Lampung Timur, Lampung, ruangenergi.com – Angin segar berhembus bagi ekonomi pesisir di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Bukan sekadar bantuan biasa, PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) hadir membawa energi baru melalui program “Sahabat Pesisir” (Sinergi UMKM Hebat Pesisir). Targetnya jelas: menyulap kelompok usaha perempuan pengolah ikan agar lebih tangguh, mandiri, dan ‘naik kelas’.
Komitmen ini dibuktikan lewat seremoni serah terima bantuan yang digelar akhir November lalu di Aula Kecamatan Labuhan Maringgai. Tiga kelompok “Srikandi” pesisir (Poklahsar) menjadi lakon utamanya, yakni Poklahsar Ikan Bawal dari Desa Karya Tani, Poklahsar Berkah Bahari Makmur Pertiwi dari Desa Sri Minosari, dan Poklahsar Lintang Mentari Indah dari Desa Margasari.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, menegaskan bahwa Sahabat Pesisir dirancang bukan sebagai program instan, melainkan upaya berkelanjutan.
“PHE OSES ingin UMKM pesisir tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang. Melalui dukungan sarana, pelatihan, dan pendampingan, kami berharap pelaku usaha semakin percaya diri mengelola potensi lokal dan meningkatkan nilai tambah produknya,” tegas Indra.
Program ini diawali dengan riset mendalam. Bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PHE OSES memetakan kebutuhan riil di lapangan.
Hasilnya, bantuan yang turun benar-benar tepat sasaran. Para ibu-ibu tangguh ini kini dipersenjatai dengan peralatan produksi modern, mulai dari freezer box, kulkas, mesin penggiling daging, spinner, hingga kompor, wajan, dan dandang. Dukungan peralatan ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi, menjaga kualitas produk, hingga memperluas jangkauan pasar.
Camat Labuhan Maringgai, Hendri Gunawan, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menilai program Sahabat Pesisir memberikan dampak langsung pada nadi ekonomi warga.
“Kami melihat program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Labuhan Maringgai. Dukungan sarana dan peningkatan kapasitas seperti ini menjadi modal penting agar UMKM pesisir semakin mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hendri.
Senada dengan Camat, Ketua TP PKK Kecamatan Labuhan Maringgai, Ismelia Agnes Ekawaty, menyebut program ini membuka ruang inovasi bagi kaum perempuan. “Pendampingan dan bantuan yang diberikan menjadi dorongan nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus maju,” tuturnya.
Bagi para penerima manfaat, bantuan ini adalah suntikan semangat baru. Suparti, Ketua Poklahsar Ikan Bawal Desa Karya Tani, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Sarana yang diberikan sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami untuk meningkatkan kualitas dan skala usaha ke depan,” ungkap Suparti penuh optimisme.
Langkah PHE OSES ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak, serta kemitraan untuk tujuan bersama. Dari pesisir Labuhan Maringgai, PHE OSES membuktikan bahwa ekonomi lokal yang kuat tumbuh dari sinergi dan kepedulian nyata.

