Balikpapan, Kalimantan Timur, ruangenergi.com-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) resmi menetapkan kuda-kuda strategis untuk tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, lembaga ini menargetkan pengeboran 10 sumur eksplorasi baru sebagai upaya agresif memperkuat cadangan energi nasional.
Langkah masif ini diambil sebagai respons cepat terhadap tantangan penurunan produksi alami (natural decline) yang kini menghantui sejumlah lapangan migas tua di tanah air. Tanpa adanya temuan cadangan baru, produksi nasional dikhawatirkan akan terus tergerus.
Dalam peta jalan (roadmap) terbarunya, SKK Migas Kalsul merancang persebaran titik pengeboran di lokasi-lokasi strategis. Eksplorasi akan membentang mulai dari wilayah daratan (onshore) Kalimantan hingga ke perairan lepas pantai (offshore) Makassar.
Misi utamanya jelas: memburu “harta karun” perut bumi berupa cadangan minyak, gas, atau kombinasi keduanya yang belum terjamah.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris kepada ruangenergi.com, bercerita dia menyadari sepenuhnya bahwa industri hulu migas adalah bisnis dengan risiko tinggi (high risk). Namun, ia menegaskan bahwa rapor positif kinerja eksplorasi tahun 2025 telah menyuntikkan optimisme baru bagi para pelaku industri.
“Tahun ini saja ada sembilan sumur eksplorasi yang dibor dan sebagian sudah menunjukkan potensi produksi. Pengalaman ini menjadi angin segar untuk melanjutkan misi di tahun 2026,” ungkap Azhari.
Keberhasilan pengeboran sembilan sumur di tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa potensi hidrokarbon di wilayah Kalimantan dan Sulawesi masih sangat menjanjikan untuk dikembangkan.
SKK Migas Kalsul menegaskan bahwa eksplorasi sumur baru adalah satu-satunya obat mujarab untuk mengompensasi penurunan produksi alami. Pemerintah menjadikan strategi ini sebagai prioritas mutlak demi menjaga pasokan energi dalam negeri tetap berada di zona aman.
Di tengah fluktuasi harga energi dan dinamika kebutuhan global yang tak menentu, penemuan cadangan baru (discovery) menjadi krusial.
Meski SKK Migas Kalsul mengakui bahwa tidak setiap pengeboran akan berakhir dengan temuan komersial, komitmen untuk terus menggali potensi tidak akan surut. Keberhasilan di sektor ini digadang-gadang akan menjadi pilar utama ketahanan energi Indonesia di masa depan.













