Merawat Bumi Lewat Inovasi: Cara PHE Wujudkan Energi Masa Depan yang Lebih Hijau

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina kembali membuktikan diri sebagai motor penggerak utama sektor energi nasional. Lewat ajang bergengsi Upstream Innovation & Improvement Awards (UIIA) 2025 yang digelar pada 9–11 Desember 2025, PHE berhasil mencatatkan penciptaan nilai (value creation) yang fantastis mencapai Rp 3,7 triliun.

Angka jumbo tersebut lahir dari ide-ide brilian para “Perwira” Pertamina yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Inovasi Kecil, Dampak Raksasa

Mengusung tema “BISA (Big Impact Through Small Act): Innovation in Motion for a Sustainable Future”, forum ini menegaskan filosofi bahwa perubahan besar bermula dari langkah sederhana.

Sebanyak 108 delegasi terbaik dari program Continuous Improvement Program (CIP) hadir membawa terobosan. Berdasarkan verifikasi ketat tim Cost Optimization Upstream (OPTIMUS), total value creation Rp 3,7 triliun tersebut terbagi menjadi tiga pilar utama: Pertumbuhan Pendapatan (Revenue Growth): Rp 2,3 triliun. Penghematan Biaya (Cost Saving): Rp 956 miliar. Penghindaran Biaya (Cost Avoidance): Rp 374 miliar

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran inovator dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kehandalan Subholding Upstream kembali terbukti di tahun 2025 ini melalui capaian luar biasa para inovator. Melalui UIIA 2025, saya mengajak seluruh Perwira untuk melakukan impactful change dan terus berinovasi,” ujar Awang.

Ia juga menegaskan target ambisius tahun 2030, yakni produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 4 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), serta menjaga rasio cadangan terhadap produksi (reserve to production) selama 7 tahun.

Tak melulu soal cuan, UIIA 2025 juga menjadi bukti nyata komitmen hijau PHE. Acara ini berhasil mengantongi Sertifikat Penurunan Emisi sebesar 700 ton CO2 ekuivalen, yang mendukung proyek pemanfaatan limbah POME menjadi biogas di PLTBg Sei Mangkei.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, forum ini mencatatkan 9.036 jam pembelajaran (learning hours), sebuah implementasi nyata dari tata nilai AKHLAK untuk meningkatkan kompetensi karyawan.

VP Human Capital Subholding Upstream, Muhammad Sodiqin, menyebut forum ini sebagai momentum penting. “Ini menegaskan komitmen kami dalam mendorong budaya inovasi, kolaborasi, dan penciptaan nilai berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PHE memberikan penghargaan kepada 108 Gugus CIP dengan rincian: 47 Platinum. 56 Gold. 5 Silver. Serta 6 Best Category dan 6 Special Recognition.

Menutup tahun 2025 dengan gemilang, PHE memastikan seluruh operasionalnya tetap berpegang pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta toleransi nol terhadap penyuapan (Zero Tolerance on Bribery) melalui standar ISO 37001:2016.