MIND ID Jadi Barometer Budaya K3 Tambang Nasional, Integrasi Standar Global Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang inklusif dan berkelanjutan kini bertransformasi dari sekadar kewajiban regulasi menjadi fondasi utama daya saing industri pertambangan global. Di Indonesia, Holding Industri Pertambangan, MIND ID, dinilai berhasil mengambil peran strategis sebagai tolok ukur transformasi budaya keselamatan tambang nasional.

Integrasi standar keselamatan kelas dunia ke dalam operasional seluruh entitas usaha di bawah naungan MIND ID disebut telah membawa perubahan signifikan. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan keselamatan pekerja sebagai prioritas utama, tetapi juga menjadi pengungkit produktivitas dan efisiensi operasional.

Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menilai implementasi standar K3 di lingkungan Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan administratif. Menurutnya, sinergi antara Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 terbukti berdampak langsung terhadap penurunan konsisten angka Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR).

“Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID merupakan barometer mutlak,” ujar Jalal dalam keterangannya di Jakarta.

Sebagai anggota organisasi tambang global, MIND ID dinilai berhasil membawa praktik keselamatan internasional ke dalam operasional domestik. Salah satu faktor kunci adalah pemanfaatan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) yang tidak sekadar menjadi simbol modernisasi, melainkan strategi utama untuk menekan risiko kecelakaan kerja hingga level terendah.

Contoh paling konkret terlihat pada operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia. Jalal menyebut operasional tersebut sebagai “laboratorium tambang” berteknologi tinggi, khususnya dalam mitigasi risiko geoteknik.

Sistem pemantauan seismik canggih digunakan untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan prediksi potensi rockburst lebih dini, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum terjadi insiden berbahaya.
Inovasi lain yang dinilai krusial adalah penerapan Remote Operation Management System.

Melalui sistem ini, operator dapat mengendalikan alat berat dari ruang kendali yang berjarak beberapa kilometer dari zona berisiko tinggi. Bahkan, pengelolaan material wet muck yang berpotensi membahayakan kini dapat dilakukan melalui sistem pemuatan jarak jauh.

“Ini bukan sekadar inovasi teknologi untuk pencitraan. Ini adalah strategi cerdas untuk memindahkan manusia keluar dari line of fire. Ketika regulasi domestik mungkin masih fokus pada aspek keamanan dasar, mereka sudah mengimplementasikan ventilasi otomatis dan sistem evakuasi mandiri berbasis sensor,” kata Jalal.

Transformasi keselamatan juga terjadi di tambang terbuka dalam lingkup Grup MIND ID. Pemantauan kestabilan lereng kini memanfaatkan teknologi radar presisi tinggi, sementara kendaraan tambang telah dilengkapi collision avoidance system berbasis sensor untuk meminimalkan potensi tabrakan di area operasional.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat standar keselamatan di level holding, tetapi juga menjadi katalis bagi transformasi industri pertambangan nasional secara menyeluruh. Dengan menempatkan keselamatan sebagai inti operasional, industri tambang Indonesia berpotensi semakin kompetitif, berkelanjutan, dan diakui di panggung global.