Misi Keberlanjutan di Laut Jawa: Kapal Baru PHE OSES Siap Berlayar dengan Energi Bersih

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kilau cat putih pada lambung kapal CB Jawara 2601 memantulkan cahaya matahari pagi di dermaga Kalijapat. Pemandangan pada 30 Desember 2025 itu bukan sekadar seremonial biasa. Bagi PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), momen sandarnya kapal ini menandai babak baru dalam operasi lepas pantai yang lebih “hijau” dan bertenaga.

Jawara 2601 resmi bertugas menjadi tulang punggung baru mobilisasi di perairan utara Jawa. Tak hanya hadir dengan desain yang lebih modern, kapal ini membawa misi besar: membuktikan bahwa operasi hulu migas bisa berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan melalui penggunaan bahan bakar nabati Biodiesel B40.

Kehadiran Jawara 2601 adalah jawaban atas tantangan operasi lepas pantai yang kian kompleks. Kapal ini didesain untuk “tahan banting” namun tetap efisien. Dengan kapasitas angkut 30 penumpang (pax), kapal ini menawarkan kenyamanan lebih baik bagi para pekerja migas yang bertugas, sekaligus menjamin kecepatan mobilisasi personel.

Namun, primadona utamanya terletak pada mesin. Penggunaan Biodiesel B40 adalah langkah konkret PHE OSES mendukung kebijakan energi nasional. Bahan bakar ini diklaim mampu menjaga performa mesin tetap prima sekaligus menekan emisi karbon.

“Kapal ini tidak hanya menambah jumlah armada, tetapi juga meningkatkan keandalan sistem pendukung produksi PHE OSES. Dengan desain modern dan Biodiesel B40, Jawara 2601 mencerminkan komitmen kami terhadap efisiensi energi, keselamatan, dan keberlanjutan,” ujar General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto.

Kolaborasi untuk Keandalan Operasi

Kapal canggih ini merupakan buah kolaborasi strategis antara PHE OSES dengan mitra penyedia jasa pelayaran, PT Pelayaran Nasional  Ekalya Purnamasari Tbk. Sebelum resmi “turun ke laut”, Jawara 2601 telah melewati serangkaian ujian ketat—mulai dari verifikasi teknis, uji kelayakan, hingga pengecekan sistem Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang berlapis.

Manager Production & Operation PHE OSES, Riko Meidiya Putra, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah “reaksi cepat” dan keamanan.

“Dalam jangka pendek, fokus kami adalah memastikan kapal ini beroperasi aman dan tepat waktu. Ke depan, Jawara 2601 diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional secara menyeluruh,” tegas Riko.

Operasi perdana Jawara 2601 bukan sekadar pelayaran perdana. Ini adalah sinyal bahwa PHE OSES serius memperkuat fondasi operasionalnya demi menjaga kedaulatan energi nasional.

Dengan disiplin operasional yang tinggi dan armada yang mumpuni, Jawara 2601 siap menerjang ombak, mengantarkan para pejuang energi dengan aman, dan memastikan roda produksi migas terus berputar—dengan cara yang lebih ramah bagi bumi.