Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Lautan manusia memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/3), saat Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 resmi diberangkatkan. Tahun ini, program tersebut mencetak rekor dengan mengantarkan 116.688 pemudik ke kampung halaman—melampaui target awal 104 ribu peserta.
Program kolaboratif antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan BP BUMN ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa mudik gratis merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah. Ia menyoroti dampaknya dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang kerap berisiko tinggi.
“Jika kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, ini menunjukkan negara selalu hadir untuk mereka,” ujarnya.
Senada, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut program ini sebagai wujud gotong royong BUMN dalam melayani publik di momen penting Idulfitri. Selain memberikan kenyamanan, program ini juga berkontribusi mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat pulang dengan selamat dan merayakan Lebaran dengan tenang bersama keluarga,” katanya.
Di antara BUMN yang terlibat, PT PLN (Persero) tampil menonjol dengan memberangkatkan 12.500 pemudik, meningkat dari tahun sebelumnya. Keberangkatan dilakukan serentak dari tujuh kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, hingga Makassar, dengan berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Namun, yang membuat program ini berbeda adalah pendekatan ramah lingkungannya.
Melalui anak usahanya, PLN Energy Management Indonesia (EMI), PLN menghitung jejak karbon dari program ini. Hasilnya, penggunaan moda transportasi massal seperti bus, kereta, dan kapal laut berhasil memangkas emisi dari potensi 578 ton CO2e menjadi 392 ton CO2e.
Tak berhenti di situ, PLN juga melakukan langkah carbon offset sebesar 392 ton CO2e melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Gunung Wugul. Hasilnya, program mudik ini resmi mencapai status nol emisi atau Net Zero Emission (NZE).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya soal perjalanan pulang kampung, tetapi juga bagian dari komitmen keberlanjutan energi nasional.
“Ini bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat pulang, tetapi memastikan perjalanan tersebut aman, efisien, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Mudik Gratis BUMN 2026 tak hanya menjadi program sosial berskala besar, tetapi juga model transportasi publik berkelanjutan di masa depan. Di tengah tingginya mobilitas Lebaran, pendekatan ini menunjukkan bahwa tradisi mudik bisa berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan.
Bagi ratusan ribu pemudik, perjalanan ini bukan sekadar pulang—melainkan pulang dengan lebih aman, nyaman, dan kini, lebih hijau.


