Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di saat sebagian masyarakat bersiap menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri 2026, aktivitas di lapangan-lapangan minyak dan gas bumi justru tetap bergerak tanpa henti. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan operasi hulu migas nasional tetap berjalan optimal demi menjaga pasokan energi bagi masyarakat.
Sebagai Subholding Upstream dari PT Pertamina (Persero), PHE saat ini mengelola lebih dari 80 persen aktivitas hulu migas di Indonesia. Peran besar tersebut membuat perusahaan harus memastikan produksi dan distribusi energi tetap aman, terutama saat periode Ramadan dan Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas dan konsumsi energi.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menegaskan bahwa berbagai langkah kesiapan telah dilakukan agar operasi tetap berjalan tanpa gangguan.
“Kami memastikan kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan secara optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri. Berbagai langkah kesiapan telah dilakukan agar produksi dan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Di balik layar ketahanan energi nasional, aktivitas pengeboran tetap berlangsung intensif. Saat ini tercatat 113 sumur pengembangan sedang dibor dengan dukungan 73 unit drilling rig.
Selain itu, kegiatan pemeliharaan dan optimalisasi sumur juga berjalan masif. Sebanyak 5.310 pekerjaan workover dan well services dilaksanakan menggunakan 157 unit rig WOWS (Workover and Well Services).
Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas produksi dari lapangan-lapangan migas yang menjadi tulang punggung pasokan energi nasional.
Tidak hanya menjaga produksi dari sumur yang sudah ada, PHE juga terus berburu sumber daya migas baru.
Sejumlah sumur eksplorasi sedang dikerjakan di berbagai wilayah prospektif, antara lain: Kampung Minyak Baru dan Almira di Sumatera Selatan, LFE di Jawa Barat. Darajingga di Jawa Timur
Eksplorasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat cadangan migas nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi.
Untuk memastikan operasional berjalan aman selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri, PHE juga memperkuat berbagai aspek operasional.
Langkah tersebut meliputi:
* peningkatan kesiapan Emergency Response Organization (ERO) beserta peralatan tanggap darurat,
* penugasan personel siaga non-emergency untuk menjaga koordinasi operasional,
* penerapan Fit to Work (FTW) melalui pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja serta pengelolaan kelelahan pekerja,
* penguatan logistik operasi, termasuk material pemboran dan kebutuhan teknis lainnya.
“Kami optimistis kontribusi dari Subholding Upstream Pertamina pada pasokan energi nasional selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terjaga dengan baik,” tambah Hermansyah.

