Optimalkan Potensi Cadangan Migas, PHKT Siapkan Pengeboran Sumur Infill di Selat Makassar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com– Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi terus dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Perusahaan menyiapkan pengeboran dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan yang berada di lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari strategi optimalisasi lapangan tua (mature field).

Program pengeboran ini dijadwalkan berlangsung pada periode Februari hingga Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PHKT untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mengoptimalkan potensi cadangan migas yang masih tersisa di lapangan yang telah lama berproduksi.

Lapangan Kerindingan merupakan salah satu lapangan lepas pantai yang berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada 1972 dan mulai berproduksi pada 1976. Sejak saat itu, pengembangan lapangan dilakukan secara bertahap untuk memaksimalkan produksi dari reservoir yang ada.

Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor di lapangan tersebut dengan capaian produksi kumulatif yang signifikan. Saat ini Lapangan Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan yang dikelola PHKT.

General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan perusahaan terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi melalui pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, serta mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang.

“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” ujar Darmapala.

Sumur infill sendiri merupakan sumur tambahan yang dibor di antara sumur-sumur yang telah ada. Tujuannya adalah meningkatkan perolehan cadangan sekaligus mengoptimalkan produksi dari reservoir yang masih menyimpan potensi hidrokarbon.

Dalam pengembangannya, konsep pengeboran difokuskan untuk memproduksi cadangan yang berada di puncak struktur reservoir yang belum dapat dimonetisasi melalui sumur-sumur yang sudah beroperasi.

“Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya,” jelasnya.

PHKT berharap program ini dapat mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Lapangan Kerindingan terhadap kinerja perusahaan pada 2026.

Melalui pendekatan teknis berbasis data serta penerapan standar operasional terbaik, PHKT menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi migas pada lapangan-lapangan mature.

Langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.