Papua Kirim Kabar Baik di Awal 2026, Produksi Migas Pertamina EP Terus Menanjak

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Sorong, Papua, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari Timur Indonesia di awal tahun 2026.

PT Pertamina EP (PEP) Papua Field sukses mencatat lonjakan produksi minyak berkat keberhasilan sumur pengembangan Salawati SLW-C4X. Sumur yang berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya ini mendorong total produksi lapangan hingga menembus 2.020 barel minyak per hari (BOPD).

Sumur SLW-C4X mulai ditajak pada 2 November 2025 menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Hanya dalam waktu relatif singkat, sumur ini menunjukkan performa menjanjikan. Produksi perdana yang dimulai pada 15 Desember 2025 langsung mencatat angka 1.094 BOPD, melampaui proyeksi awal.

Sejak onstream, kinerja SLW-C4X terus menunjukkan tren peningkatan. Dampaknya terasa signifikan pada total produksi PEP Papua Field. Pada 16 Desember 2025, produksi lapangan tercatat 1.535 BOPD, meningkat menjadi 1.800 BOPD pada 29 Desember 2025, dan terus menanjak hingga mencapai puncaknya pada 15 Januari 2026 dengan produksi 2.007 BOPD.

General Manager Zona 14 Regional Indonesia Timur, Dadang Soewargono, menyebut capaian ini sebagai buah dari kerja keras, ketelitian teknis, dan kolaborasi solid seluruh tim.

“Keberhasilan sumur SLW-C4X di Formasi Kais merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional. Produksi yang kini melampaui 2.000 barel per hari menjadi kado awal tahun yang membanggakan bagi industri hulu migas Indonesia, khususnya dari kawasan Indonesia Timur,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, keberhasilan operasional tersebut tetap dijalankan dengan menjunjung tinggi aspek keselamatan, lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diterapkan secara konsisten untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, selamat, dan sesuai regulasi.

Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas, Pemerintah Daerah, serta Masyarakat Adat atas dukungan penuh terhadap kegiatan operasional PEP Papua Field.

“Dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam pencapaian peningkatan produksi ini,” tambahnya.

Keberhasilan SLW-C4X sekaligus menjadi suntikan optimisme bagi Pertamina EP Papua Field untuk melanjutkan program pengeboran sumur pengembangan berikutnya. Saat ini, pengeboran sumur SLW-E6X tengah berlangsung dan diharapkan dapat kembali memperkuat kinerja produksi lapangan.

Sebagai informasi, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengelola aset hulu migas yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga Papua, baik offshore maupun onshore, serta satu aset downstream strategis, Donggi Senoro LNG. Regional ini mencakup Zona 11 hingga Zona 14, yang menjadi tulang punggung produksi energi nasional dari kawasan timur Indonesia.