Pemerintah Indonesia Sambut Baik Produk Smelter Berorientasi Green Energy dan Green Industry

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta,ruangenergi.com-Pemerintah Indonesia secara tegas menolak pembangunan produk yang mengabaikan green energy. Namun menyambut baik produk berorientasi green energy dan green industry.

Termasuk juga pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akan dibatasi, khususnya pada pembangunan smelter tidak berorientasi pada green energy.

“Ini sebagai bentuk dari kepedulian pemerintah dalam melakukan penataan terhadap pembangunan produk yang berorientasi pada green energy dan green industry,” kata Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia di Istana Negara ,Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Hasil smelter khususnya bijih nikel adalah Nikel Pig Iron (NPI). Nah, NPI sudah masuk dalam kategori pioneer.

Bahlil mengungkapkan bahwa, saat ini Indonesia telah dibanjiri atas produk NPI itu. Makanya, pihaknya akan menata kembali kebijakan smelter tersebut lantaran sumber daya atau cadangan nikel dikatakan sudah tidak banyak.

Dengan tegas Bahlil ungkapkan bahwa melter-smelter yang akan dibatasi pembangunannya adalah smelter yang produk hilirisasinya baru mencapai 40%.

“Harus seimbang antara smelter yang mau kita bangun dengan cadangan bahan baku yang ada. Na, sekarang kita dorong sektor hilirisasi dengan nilai tambah 80%.Kita akan tata kembali, nanti kita breakdown. Aturan teknisnya nanti kita bahas,” beber Bahlil.