Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Di saat sebagian besar masyarakat menikmati libur Lebaran bersama keluarga, denyut operasi hulu migas di PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 justru tetap berdetak penuh. Tanpa jeda, aktivitas produksi terus berjalan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional.
Selama periode Idulfitri tahun ini, seluruh wilayah operasi PEP Zona 4 beroperasi normal dengan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan kerja. Standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) diterapkan secara disiplin demi memastikan setiap proses berlangsung aman dan andal.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa momentum Lebaran tidak mengurangi tanggung jawab perusahaan dalam menjaga pasokan energi.
“Momen Idulfitri tidak mengurangi komitmen kami untuk menjaga pasokan energi tetap andal. Kami memastikan setiap insan pekerja menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan sehingga operasional tetap berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Komitmen operasi tanpa henti ini juga menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk mendongkrak produksi. Pada 2026, PEP Zona 4 menargetkan produksi minyak mencapai sekitar 30.305 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 485,07 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Di balik ambisi peningkatan produksi tersebut, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tercermin dari capaian Zero Lost Time Injury (LTI) di seluruh wilayah operasi sepanjang tahun lalu—indikator kuat bahwa kinerja operasional berjalan selaras dengan budaya keselamatan yang kokoh.
Untuk menjaga konsistensi tersebut, manajemen mendorong implementasi Program 3P (People, Plant, and Procedure) sebagai fondasi pengendalian risiko dan pencegahan kecelakaan kerja. Disiplin terhadap prosedur dan standar keselamatan menjadi kunci utama di setiap lini operasi.
Tak hanya internal perusahaan, PEP Zona 4 juga mengajak masyarakat sekitar wilayah operasi untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan bersama. Salah satunya dengan mematuhi rambu-rambu buffer zone atau zona aman di sekitar fasilitas migas.
“Mohon perhatikan rambu-rambu buffer zone, karena ini membantu menjaga keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Djudjuwanto.
Sebagai bagian dari PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah Subholding Upstream Pertamina, wilayah operasi ini mencakup tujuh area kerja strategis: Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai.
Kegiatan operasional tersebar di dua kota—Prabumulih dan Palembang—serta sembilan kabupaten di Sumatra Selatan, menjadikan Zona 4 sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional di wilayah Sumbagsel.
Seluruh aktivitas ini berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan, memastikan setiap langkah operasional tetap sejalan dengan target produksi nasional.
Dengan tetap beroperasi penuh di tengah libur Lebaran, PEP Zona 4 menunjukkan bahwa energi untuk negeri tidak mengenal hari libur—demi menjaga pasokan tetap mengalir dan roda ekonomi terus bergerak.


