Jakarta, ruangenergi.com – Pertamina Group menegaskan langkah strategisnya dalam menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang dengan memperkuat tata kelola pelaporan keberlanjutan.
Melalui forum Sustainability Transcendence Forum (STF) Series #5 yang digelar di Grha Pertamina (15/1), seluruh pimpinan Pertamina menyatukan visi untuk menerapkan standar global International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2, yang diadopsi menjadi Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK).
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan strategi inti perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan memastikan keberlanjutan finansial di masa depan.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menekankan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi “bahasa global” dalam dunia investasi.
“Standar pelaporan yang kredibel adalah jembatan yang menghubungkan kinerja hijau dengan kinerja keuangan. Ini akan memperkuat kepercayaan investor dan membuka akses Pertamina terhadap pembiayaan hijau dengan biaya modal yang lebih efisien,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyebut transparansi sebagai modal utama. Ia berharap aspek keberlanjutan, manajemen risiko, dan keputusan investasi dapat berjalan dalam “satu napas” yang terintegrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini menegaskan ambisi Pertamina untuk menjadi pemimpin di antara BUMN dalam penerapan standar ini.
“Kita beranjak dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju penciptaan nilai strategis (strategic value creation). Ini adalah investasi untuk masa depan Pertamina Group,” ungkap Emma.
Mengorkestrasi langkah besar ini, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa komitmen pimpinan akan segera diterjemahkan ke dalam program nyata di lapangan. Targetnya, implementasi penuh PSPK akan tercapai pada 1 Januari 2027.
Hadir sebagai pakar, Ketua Dewan Pengawas Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Rosita Uli Sinaga mengapresiasi pandangan progresif manajemen Pertamina.
“Di Pertamina, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai biaya, melainkan peluang bisnis. Dengan laporan yang transparan, Pertamina memiliki keunggulan kompetitif untuk meraih pendanaan internasional,” tuturnya.
Acara ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Group. Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan data keberlanjutan ke dalam laporan keuangan, memastikan Pertamina tetap tangguh dan relevan di pasar energi global yang terus berubah.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.












