Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina EP Pangkalan Susu Agresif Bor Sumur Baru di Awal 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pangkalan Susu, Sumut, ruangenergi.com– Mengawali tahun 2026 dengan langkah agresif, PT Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field resmi memulai proyek pengeboran sumur baru di wilayah kerjanya. Langkah eksploitasi ini menjadi strategi utama perusahaan untuk mengamankan pasokan energi nasional sekaligus mendongkrak produksi migas di Sumatera Utara.

Field Manager Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, mengungkapkan bahwa pengeboran perdana tahun ini akan difokuskan pada Sumur PPT-A1 yang berlokasi di Desa Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

“Untuk sumur baru PPT-A1 sudah siap, rencananya dilakukan pengeboran pada Februari 2026 ini. Saya optimistis langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi minyak kami,” ujar Edwin, Kamis (29/1).

Sebagai pengelola lapangan migas yang sudah cukup berumur, tantangan terbesar PEP Pangkalan Susu adalah natural decline atau penurunan produksi secara alami. Untuk mengatasinya, perusahaan menerapkan dua strategi utama, yakni: Well Intervention: Melakukan perawatan rutin dan intervensi pada sumur-sumur lama agar tetap produktif. Pengeboran Agresif: Membuka sumur-sumur baru di titik potensial.

Keberhasilan strategi ini sudah terbukti sepanjang tahun 2025. Edwin mencatat, tiga sumur yang dibor tahun lalu memberikan kontribusi nyata: Sumur PPJ-67: Menghasilkan sekitar 160 BOPD (Barrel Oil Per Day). Sumur PPJ-68: Menghasilkan sekitar 384 BOPD. Total Produksi (Okt 2025): Mencapai 587 BOPD minyak dan 2.955 MMSCFD gas.

Selain Sumur PPT-A1, Pertamina juga tengah menyiapkan pengeboran di Sumur PPT-B1 dan PPT-OS. Saat ini, kedua titik tersebut sedang dalam tahap pembebasan lahan. Ketiga sumur yang berada di struktur Pantai Pakam Timur ini diharapkan menjadi “mesin” baru bagi produksi PEP Pangkalan Susu.

Edwin menekankan bahwa keberhasilan proyek besar ini tidak lepas dari sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan warga setempat.

“Dukungan dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat lokal, sangat penting. Kami berharap rencana ini memberikan hasil optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.