Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional, PTK Gelar Simulasi ISPS Code di Wayame

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Ambon, ruangenergi.com — Di kawasan Teluk Ambon yang menjadi salah satu simpul penting distribusi energi di Indonesia Timur, aktivitas pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan kapal yang datang dan pergi membawa muatan energi. Di balik setiap pergerakan kapal dan proses bongkar muat, terdapat sistem keamanan maritim yang harus selalu siap menghadapi berbagai potensi ancaman. Kesadaran inilah yang mendorong PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melalui perannya sebagai Recognized Security Organization (RSO) untuk memimpin pelaksanaan Table Top Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Wayame, Ambon. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sistem keamanan pelabuhan dan kapal tetap siap menjaga kelancaran distribusi energi yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Melalui simulasi berbasis skenario yang dilakukan secara terstruktur, berbagai pemangku kepentingan dalam sistem keamanan maritim dilibatkan untuk menguji kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di area terminal maupun perairan sekitarnya. Dalam kegiatan ini, Port Facility Security Officer (PFSO), Ship Security Officer (SSO), petugas keamanan, manajemen terminal, serta otoritas pelabuhan bersama-sama menguji efektivitas prosedur keamanan, koordinasi operasional, hingga respons terhadap ancaman yang berpotensi mengganggu operasional pelabuhan, termasuk potensi ancaman siber terhadap sistem komunikasi dan operasional. Simulasi ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat koordinasi lintas fungsi yang sangat penting dalam menjaga keamanan pelabuhan dan kapal.

Bagi PTK, pelaksanaan Table Top Exercise ISPS Code merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat standar keamanan maritim yang mendukung operasional distribusi energi nasional. Dalam industri yang sangat bergantung pada keandalan logistik maritim, keamanan pelabuhan dan kapal menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran rantai pasok energi. Melalui kegiatan ini, PTK dapat mengevaluasi efektivitas penerapan prosedur keamanan serta memastikan bahwa sistem komunikasi dan koordinasi antarinstansi dapat berjalan responsif ketika menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan di lapangan.

Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menegaskan bahwa kesiapsiagaan keamanan maritim merupakan bagian penting dari profesionalisme operasional perusahaan.

“Kegiatan Table Top Exercise ISPS Code ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh personel dan pemangku kepentingan memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan maritim. Melalui koordinasi yang kuat antara kapal, fasilitas pelabuhan, dan otoritas terkait, kami ingin memastikan operasional distribusi energi dapat terus berjalan secara aman, andal, serta memberikan manfaat bagi para stakeholder dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Table Top Exercise ISPS Code di Integrated Terminal Wayame, PT Pertamina Trans Kontinental kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan maritim yang mendukung kelancaran distribusi energi nasional. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan operasional perusahaan dan para mitra kerja, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi keandalan rantai pasok energi, kepercayaan para pemangku kepentingan, serta keberlanjutan pasokan energi yang aman bagi masyarakat.