Perkuat Satgas Ramadan dan Idulfitri, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Tinjau Langsung Operasional di Medan dan Rokan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Sejumlah Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero) memastikan operasional Pertamina di berbagai wilayah berjalan maksimal. Kunjungan dalam rangka Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri tersebut dilakukan ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Medan, serta lapangan migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Pekanbaru.

“Keberadaan Pertamina juga memiliki arti penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsolidasi yang besar guna mendukung hal ini,” jelas Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Todotua Pasaribu saat berkunjung ke PHR, Rokan, Pekanbaru, Kamis (5/3).

Todotua Pasaribu hadir ke Zona Rokan bersama Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang, Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, Direktur Keuangan Pertamina Mega Satria. Selain itu, Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) serta PT Pertamina Hulu Rokan.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, kunjungan Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina ke wilayah operasional merupakan wujud komitmen Manajemen Puncak dalam memastikan operasional telah disiapkan dengan baik, terutama untuk momen Ramadan dan Idulfitri.

Baron menjelaskan, Pertamina merupakan perusahaan migas terintegrasi hulu hingga hilir, sehingga memiliki kemampuan untuk mengelola keberlanjutan energi. Pada momen Ramadan dan Idulfitri, lapangan migas seperti PHR tetap beroperasi tanpa libur, sehingga produksi minyak mentah terjaga pada level yang diharapkan.

PHR Zona Rokan adalah salah satu produsen migas terbesar di Indonesia, yakni 27% minyak mentah nasional. Saat ini memiliki 88 lapangan aktif, didukung 30 rig pemboran dan 54 rig Work Over and Well Service, dengan 500 sumur pengembangan eksplorasi.

“Zona Rokan fokus menjaga baseline produksi melalui program revitalisasi aset eksisting dan optimasi sumur, juga pemanfaatan teknologi,” jelas Baron.

Sementara itu, di fasilitas Mother Station Compressed Natural Gas (CNG) pertama di Kota Medan, milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui Anak Perusahaannya PT Gagas Energi Indonesia, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Group memastikan pasokan gas untuk sektor industri dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut aman.

Peninjauan dipimpin oleh Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono serta Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin.

Tinjauan juga dilakukan ke Integrated Control System (ICS), yakni pusat kendali operasional untuk memonitor distribusi gas bumi selama 24 jam. Melalui sistem terintegrasi yang terhubung ke jaringan pipa gas PGN, sistem ini memantau tekanan, laju aliran, kondisi infrastruktur hingga kehandalan alarm untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Manajemen Puncak Pertamina secara rutin melakukan kunjungan langsung ke wilayah operasional untuk memastikan kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Group, sehingga Pertamina dapat menghadirkan layanan serta menjaga ketersediaan stok energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.