Pertamina EP Cepu Regional 4 Catat Optimasi Biaya US$53 Juta, Lampaui Target 170 Persen di 2025

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Kinerja impresif ditorehkan Pertamina EP Cepu Regional 4 Indonesia Timur sepanjang 2025. Melalui 55 inisiatif strategis dan penerbitan 85 Persetujuan Layak Operasi (PLO), perusahaan berhasil membukukan cost optimization sebesar US$53 juta — atau 170 persen dari target stretch yang dipatok sebesar US$31 juta.

Capaian ini dipaparkan dalam kegiatan Pemaparan dan Penyampaian Apresiasi Achievement OPTIMUS, LCV, dan Pencapaian Penerbitan PLO 2025 yang digelar Kamis, 26 Februari 2026. Direktur Regional 4, Ruby Mulyawan, hadir secara daring, sementara jajaran manajemen dan pekerja mengikuti secara luring.

Dalam sambutannya, Ruby menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan semata-mata hasil penekanan biaya, melainkan buah dari strategi value creation yang terintegrasi dalam proses bisnis.

“Pencapaian ini sangat membanggakan dan menunjukkan semakin kuatnya budaya inisiatif untuk mendorong efisiensi operasional. Ini bukan hanya soal cost reduction, tapi strategi menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap proses bisnis tetap berlandaskan nilai AKHLAK dan tata nilai perusahaan. Menurutnya, nilai tersebut harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan sekadar slogan.
Manager Operation Planning & Engineering, Nikmatul Khusnah Arthamin, menjelaskan bahwa angka US$53 juta tersebut merefleksikan tumbuhnya budaya optimasi di lingkungan Regional 4.

“Ini bukan sekadar angka, tapi cerminan ownership dari seluruh fungsi di Regional 4,” jelasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 proses pencapaian dilakukan melalui coaching bersama Tim Persero dan SHU guna memastikan setiap inisiatif bernilai tambah terdokumentasi dengan baik dan dapat diklaim secara akuntabel.

“Jangan sampai ada inisiatif yang benar-benar menciptakan value bagi perusahaan, tapi tidak bisa terlapor karena kelengkapan evidence yang kurang,” tambahnya.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi dan lintas zona melalui program Optimus, Continuous Improvement Program (CIP), dan LCV di setiap wilayah kerja. Bahkan, memasuki 2026, pengumpulan inisiatif telah dimulai sejak Triwulan IV 2025 sebagai bagian dari strategi akselerasi kinerja.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Regional Indonesia Timur mengelola wilayah kerja yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga Papua, baik offshore maupun onshore, serta satu aset downstream yakni Donggi Senoro LNG.

Wilayah operasinya mencakup: Zona 11: Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java.Zona 12: Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip. Zona 13: Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait, Melati. Zona 14: Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya

Dengan capaian melampaui target stretch hingga 170 persen, Regional 4 Indonesia Timur menutup 2025 dengan fondasi budaya efisiensi yang semakin matang—sebuah sinyal bahwa optimalisasi kini telah menjadi bagian dari DNA operasional perusahaan.