PLTP Pertamina

Pertamina NRE Targetkan Energi Bersih 10 GW Tahun 2026

Jakarta, Ruangenergi.com PT Pertamina Power Indonesia Sub-holding Power & New Renewable Energy (PNRE) menargetkan pada tahun 2026 dapat terpasang energi bersih dengan kapasitas sebesar 10 Gigawatt (GW).

Jumlah tersebut nantinya dicapai melalui bisnis gas to power, renewable energy, dan sejumlah inisiatif pengembangan energi lainnya.

Dikutip dari halaman sosial media Pertamina Power Indonesia (PPI), pihaknya menyebut transisi energi yang dikawal oleh PNRE bermuara pada komitmen Pertamina untuk mendukung pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030.

“Dalam rangka mendukung inisiatif-inisiatif tersebut, baru-baru ini sub-holding PNRE bersama sejumlah perusahaan Jepang, LEMIGAS, dan ITB menandatangani kesepakatan untuk melakukan studi bersama pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di lapangan migas Sukowati dan Gundih. CCUS merupakan teknologi bersih yang memungkinkan penangkapan CO2 agar tidak lepas ke atmosfer,” tulis postingan PNRE, (12/07).

Dia menjelaskan, sektor pariwisata dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara. Namun, banyaknya turis yang berkunjung juga menyebabkan adanya dampak negatif.

Tercatat pada tahun 2005 kontribusi sektor pariwisata dalam menyumbangkan emisi CO2 sebesar 5% dan transportasi menjadi komponen terbesar dalam menyumbang gas emisi rumah kaca yaitu sebesar 75% (The United Nations World Tourism Organization & International Transport Forum, 2019).

Menurut pengertian dari UNWTO (World Tourism Organization) sustainable dalam pariwisata ini merujuk pada lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya dari pengembangan pariwisata, dan keseimbangan yang sesuai harus ditetapkan sesuai dengan prinsip 3P (People, Planet, dan Prosperity) untuk menjamin keberlanjutan jangka panjangnya.

BACA JUGA  DPR Minta Kejelasan Penyebab Insiden yang terjadi di Kilang Balongan

Prinsipnya, pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan ini selalu mempertimbangkan pembangunan pariwisata secara ekologis yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Ini termasuk mengembangkan kualitas pariwisata dengan cara mengatur penyediaan, pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya secara berkelanjutan.

Lantas bagaimana cara mewujudkan sustainable tourism? Salah satunya dengan menjaga lingkungan hidup dan sumber daya alam dalam aktivitas pariwisata.

Selain itu, kalau limbah biasanya mencemari perairan ataupun lingkungan sekitar. Tidak dengan limbah cair kelapa sawit atau POME (palm oi mill effluent).

Limbah cair kelapa sawit ini sangat berguna untuk memberikan kehidupan listrik di PLTBg atau Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Kwala Sawit dan Pagar Merbau, Sumatera Utara.

Kedua PLTBg ini bisa mengurangi gas rumah kaca sebesar 10,787 tCO2e/tahun dan menghasilkan listrik 12,6 GWH/tahun. Listrik-listrik inilah yang bisa memberikan kehidupan terang di malam-malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *