Pertamina Patra Niaga Gandeng Hartree dan Phillips 66, Amankan Pasokan Minyak Mentah dan LPG 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Washington, DC,USA, ruangenergi.com — PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), memperkuat langkah strategis globalnya dengan menandatangani kesepakatan kerja sama bersama Hartree Partners LP dan Phillips 66 di Washington, DC, Kamis (19/2/2026). Kesepakatan ini mencakup Memorandum of Understanding (MoU) pasokan minyak mentah serta confirmation letter kontrak suplai LPG dari Amerika Serikat untuk periode 2026.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut kemitraan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di sektor pengolahan dan perdagangan energi.

Menurutnya, kerja sama tersebut bukan sekadar transaksi komersial, melainkan representasi visi bersama dalam memperkuat investasi, meningkatkan sinergi global, dan mendorong solusi energi berkelanjutan.

“Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, kami memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/02/2026).

Ia menegaskan, di tengah volatilitas pasar energi dunia, gangguan rantai pasok, dan tuntutan transisi energi, kepercayaan antar mitra menjadi fondasi utama keberhasilan kerja sama lintas negara.

Dalam kesepakatan dengan Hartree Partners LP, kedua pihak menyusun kerangka kerja komersial penyediaan light crude guna memenuhi kebutuhan kilang Pertamina. Pasokan minyak mentah ringan tersebut berpotensi berasal dari Amerika Serikat maupun portofolio global Hartree.

Suplai ini dirancang untuk mendukung kebutuhan feedstock kilang strategis, khususnya Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan. Kebutuhan tersebut diproyeksikan meningkat seiring ekspansi kapasitas pengolahan melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP) Balikpapan.

Sementara itu, kesepakatan dengan Phillips 66 menjadi penegasan pelaksanaan kontrak pasokan LPG sepanjang 2026 dengan total volume sekitar 2,2 juta metrik ton. Kerja sama ini merupakan kelanjutan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya untuk menjaga stabilitas pasokan LPG nasional.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat LPG masih menjadi salah satu sumber energi rumah tangga utama di Indonesia, sehingga keberlanjutan pasokan menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

Kolaborasi lintas perusahaan energi global ini menunjukkan strategi Pertamina Patra Niaga dalam memperluas jaringan pasokan sekaligus mengamankan sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas.

Dengan dukungan mitra internasional, perusahaan menargetkan terciptanya nilai jangka panjang, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan, sejalan dengan arah transformasi energi global.