Pertamina Trans Kontinental Siagakan 415 Armada Kapal, Jaga Kelancaran Distribusi Energi Selama Ramadan–Idulfitri 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memastikan kesiapan penuh layanan marine services untuk mendukung kelancaran distribusi energi nasional melalui pengoperasian 415 armada kapal pendukung. Armada yang didominasi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS), tugboat, dan small craft tersebut disiagakan untuk menunjang aktivitas pelayaran, operasi pelabuhan energi, serta pengawalan kapal tanker yang mengangkut berbagai produk energi strategis di seluruh wilayah Indonesia selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Kesiapan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas transportasi, serta kebutuhan energi selama Ramadan hingga masa mudik Lebaran.

Dalam sistem distribusi energi nasional yang bertumpu pada jalur laut, layanan maritim memiliki peran vital dalam memastikan rantai logistik energi berjalan lancar dan tanpa hambatan. Melalui strategi Armada Readiness & Deployment, PTK menyiagakan ratusan armada marine support untuk mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan energi di berbagai titik strategis Indonesia. Armada tersebut berperan membantu proses sandar dan lepas sandar kapal tanker, navigasi pelabuhan, hingga mendukung aktivitas bongkar muat di terminal energi. Kehadiran layanan tugboat, AHTS, dan small craft dari PTK memastikan kapal tanker yang mengangkut BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya dapat beroperasi secara efisien, aman, dan tepat waktu, sekaligus menjaga keandalan rantai pasok energi nasional yang menjadi tulang punggung logistik negara kepulauan.

Selain memastikan kelancaran operasional, PTK juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama melalui penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap aktivitas maritim. Penerapan HSSE mencakup pengawasan operasional kapal, kesiapan kru, serta mitigasi risiko keselamatan dan perlindungan lingkungan laut selama proses distribusi energi berlangsung. Dengan meningkatnya intensitas aktivitas distribusi energi selama periode RAFI, penerapan standar keselamatan ini menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh operasi maritim berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba, menegaskan bahwa kesiapan armada marine services menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan distribusi energi nasional.

“Sebagai perusahaan jasa maritim yang terintegrasi, PTK memiliki peran strategis dalam memastikan aktivitas pelabuhan energi dan pergerakan kapal tanker dapat berjalan aman, efisien, dan andal. Melalui kesiapan 415 armada marine services ini, kami ingin memastikan distribusi energi nasional tetap terjaga selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus memperkuat peran PTK sebagai mitra strategis dalam ekosistem logistik energi Pertamina,” ujarnya.

Melalui kesiapan armada dan layanan operasional yang terintegrasi tersebut, PTK menegaskan perannya sebagai enabler distribusi energi nasional dalam ekosistem Pertamina Group. Dukungan layanan maritim ini tidak hanya memastikan kelancaran operasional pelabuhan energi dan pergerakan kapal tanker, tetapi juga menjaga keandalan rantai pasok energi bagi sektor industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga masyarakat. Dengan komitmen terhadap keselamatan, keandalan operasional, dan kolaborasi dalam ekosistem energi nasional, PTK turut memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, didukung pasokan energi yang tetap terjaga di seluruh penjuru Nusantara.