PetroChina Jabung Catat Produksi Awal Gemah-81 di Atas Ekspektasi, Biaya 15% di Bawah AFE

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jambi, ruangenergi.com- PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) melaporkan hasil uji produksi awal sumur pengembangan Gemah-81 dengan kinerja reservoir kuat sekaligus realisasi biaya proyek yang lebih rendah dari rencana, mempertegas prospek efisiensi investasi hulu migas di Indonesia.

Sumur dengan tiga target reservoir ini mencatat laju produksi gas 4,8 MMSCFD dan kondensat sekitar 400 barel per hari, menandakan deliverabilitas formasi yang solid pada interval utama kedalaman 7.259–7.281 feet MD.

PCJL menargetkan aliran produksi ke fasilitas eksisting Gemah Station dalam ±2 minggu melalui pemasangan pipa ±300 meter. Strategi tie-in cepat ini menekan kebutuhan belanja modal tambahan sekaligus mempercepat arus kas proyek.

Realisasi biaya pengeboran tercatat sekitar USD 5,32 juta, atau hanya 85% dari AFE yang disetujui SKK Migas. Pencapaian ini mencerminkan optimalisasi desain sumur, perencanaan operasi, dan koordinasi teknis yang efektif—indikator penting bagi investor yang menilai efisiensi capital deployment di sektor upstream.

Di tengah kebutuhan energi domestik yang meningkat, tambahan pasokan gas dari lapangan Gemah memperkuat posisi gas sebagai sumber energi transisi yang andal dan relatif lebih rendah emisi.

Perusahaan juga mengonfirmasi rencana pengeboran lanjutan Gemah-85 dan NEB-85 ST sebagai bagian strategi mempertahankan momentum produksi dan menjaga kesinambungan suplai nasional.

Bagi pelaku usaha hulu migas, Gemah-81 menampilkan kombinasi indikator proyek ideal: fast track monetization, biaya di bawah estimasi, zero incident, serta pipeline sumur lanjutan. Model eksekusi seperti ini biasanya menjadi benchmark internal operator dan referensi bagi regulator dalam mengevaluasi efisiensi pengembangan lapangan marginal hingga menengah.