Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Suasana hangat terasa saat Sr. Development Manager PetroChina Jabung Ltd, Wicaksono, membuka paparannya pada Jumat, 25 Februari 2026. Di hadapan Heru Setyadi Kadiv Prokom SKK Migas, serta rekan-rekan media, ia mengawali dengan nada akrab, mengingatkan kembali pertemuan serupa dua atau tiga tahun silam.
“Kalau tak kenal maka tak sayang,” ujarnya, sebelum memulai presentasi bertema Energi untuk Negeri, dengan latar visual nuansa Tahun Baru Imlek—sebuah simbol optimisme dan harapan baru di tahun berjalan.
Wicaksono menegaskan bahwa PetroChina Jabung Ltd merupakan operator Blok Jabung yang telah berinvestasi sejak 2002. Komitmen tersebut kini diperkuat dengan perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2043.
“Ini bukan perjalanan singkat. Kami sudah lebih dari dua dekade berkontribusi dan akan terus melanjutkannya,” ujarnya saat berbicara dalam Media Meet Up and Breakfasting PetroChina International Jabung Ltd.
Dalam pengelolaan blok tersebut, PetroChina tidak berjalan sendiri. Sejumlah mitra strategis turut bergabung dalam skema joint venture, yakni: Pertamina Hulu Energy.Petronas Carigali. PT GPL. PT RETJ
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di wilayah tersebut.
Blok Jabung saat ini tercatat sebagai salah satu dari sepuluh besar produsen minyak dan gas di Indonesia. Namun, tantangan ke depan tidak ringan.
Untuk tahun 2026, PetroChina Jabung membidik target produksi:
- 11.670 barel per hari (BOPD) untuk minyak dan kondensat
- 143 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas, termasuk LPG
“Target ini cukup challenging,” kata Wicaksono, menekankan bahwa optimalisasi lapangan dan efisiensi operasi menjadi kunci pencapaiannya.
Sebagai blok yang mayoritas berbasis gas, aset utama Jabung terletak pada fasilitas pemrosesan gas. Dua pabrik gas menjadi tulang punggung operasi:
- Gas Plant Betara, yang memproses gas dari wilayah barat.
- Gas Plant Grageh, yang menangani produksi dari wilayah timur.
Dari fasilitas tersebut, dihasilkan berbagai produk strategis bagi kebutuhan energi nasional, meliputi: Minyak mentah (crude oil). Kondensat. LPG (propan dan butan). Gas jual (sales gas)
Mengusung tema Energi untuk Negeri, Wicaksono menekankan bahwa kontribusi PetroChina Jabung bukan semata angka produksi, melainkan bagian dari menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan perpanjangan kontrak hingga 2043 dan target ambisius 2026, PetroChina Jabung menunjukkan bahwa keberlanjutan investasi, kolaborasi mitra, dan penguatan infrastruktur gas menjadi fondasi utama dalam menopang kebutuhan energi Indonesia di tengah dinamika industri migas global.
“Ini adalah komitmen jangka panjang,” tegasnya. “Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi energi nasional.”

