PGN Pacu Proyek Strategis Gas 2026, Bidik Penyaluran 877 BBTUD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kian agresif memperkuat perannya sebagai tulang punggung energi transisi di Indonesia. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mempercepat berbagai proyek strategis gas bumi, baik melalui infrastruktur pipa maupun non-pipa.

Di tengah tuntutan ketahanan energi nasional dan dorongan menuju energi yang lebih bersih, PGN mematok target ambisius pada 2026. Perusahaan membidik penyaluran gas bumi mencapai 877 BBTUD, atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan dari kawasan industri, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta tambahan pelanggan baru.

Tak hanya mengandalkan gas pipa, PGN juga mulai memperluas layanan melalui penyaluran LNG. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung jaringan pipa.

“Fokus PGN di tahun 2026 adalah penguatan operasional sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keandalan layanan kepada pelanggan. Kami juga berharap dapat memperluas akses gas bumi ke berbagai sektor masyarakat dan pusat-pusat ekonomi,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.

Sejumlah proyek infrastruktur pun digenjot. PGN tengah mempercepat pembangunan dan pengembangan jaringan transmisi, distribusi, serta fasilitas regasifikasi. Di antaranya proyek pipa Cikampek–Plumpang, rencana penambahan jalur distribusi Sei Mangkei, hingga pengembangan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG.

Di sektor hilir, PGN terus memperluas jangkauan pelanggan melalui skema customer attachment yang menyasar sektor komersial dan industri dari berbagai skala. Sementara untuk rumah tangga, percepatan pembangunan jaringan gas (jargas) dilakukan di wilayah Sumatera dan Jawa.

Inovasi juga menjadi kunci. PGN mengembangkan berbagai moda distribusi beyond pipeline seperti CNG cylinder, LNG hub retail, layanan trucking, hingga teknologi Vertical Gas Liquid (VGL) tank guna menjangkau wilayah yang lebih luas secara fleksibel.

Penguatan infrastruktur LNG turut menjadi perhatian. Optimalisasi fasilitas Hub & Storage Arun dilakukan dengan peningkatan sistem keamanan, sekaligus membuka peluang ekspansi ke Indonesia bagian timur, khususnya untuk mendukung sektor kelistrikan.

Sejalan dengan agenda transisi energi, PGN juga melanjutkan inisiatif rendah emisi. Perusahaan mulai mengembangkan produk gas berbasis energi hijau seperti biomethane dan berbagai turunan gas lainnya.

“Pengembangan proyek strategis ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat maupun perusahaan,” tutup Fajriyah.

Dengan langkah-langkah tersebut, PGN menegaskan posisinya bukan sekadar operator jaringan gas, melainkan motor penting dalam mendorong transformasi energi nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.