Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Mengelola Blok Rokan, kata para perwira Pertamina Hulu Rokan (PHR), ibarat merawat mobil klasik bernilai tinggi. Usianya memang tidak muda, tetapi dengan perawatan berbasis data dan teknologi, performanya tetap prima—bahkan melaju lebih cepat, lebih andal, dan lebih efisien.
Dengan mesin digital sebagai penggerak, PHR membuktikan bahwa transformasi bukan hanya jargon, melainkan strategi nyata untuk menjaga denyut energi Indonesia hari ini dan esok.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) membuka tahun 2026 dengan kabar membanggakan dari panggung internasional. Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini meraih Asian Management Excellence Awards 2026 kategori Team of The Year – Oil and Gas (Digital Transformation) yang digelar oleh Asian Business Review.
Penghargaan ini bukan sekadar piala. Di baliknya, ada cerita tentang bagaimana PHR “menghidupkan kembali” Blok Rokan—salah satu blok migas paling strategis sekaligus paling matang di Indonesia—melalui inovasi berbasis data dan teknologi.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh perwira dan mitra kerja PHR yang setiap hari bekerja dengan semangat, disiplin, dan keberanian berinovasi,” ujar Direktur Utama PHR Muhamad Arifin.
Menurut Arifin, mengelola Blok Rokan yang mature menuntut kerja tim yang solid dan adaptif, serta pemanfaatan teknologi secara konsisten agar produksi tetap terjaga dan berkelanjutan.
Senada, Liston Sitanggang, Senior Manager Business IT Solutions PHR Regional 1, menyebut apresiasi ini adalah hasil kerja kolektif lintas fungsi.
“Saya merasa terhormat mewakili PHR menerima penghargaan ini. Ini untuk seluruh tim yang telah mendorong transformasi digital demi menunjang operasi,” kata Liston saat malam penganugerahan di Bangkok, Thailand, Kamis (22/01/2026), dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com.
Meski menghadapi tantangan penurunan alami reservoir, PHR menargetkan produksi Blok Rokan tetap di atas 160.000 barel minyak per hari (BOPD). Target ini disokong program pengeboran agresif—lebih dari 500 sumur baru dan sekitar 20.000 intervensi sumur setiap tahun.
Optimalisasi steamflood dan waterflood di Lapangan Duri dan Minas, pengembangan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), hingga eksplorasi migas non-konvensional berbasis seismic 3D dan sumur horizontal multi-stage fracturing menjadi tulang punggung strategi produksi.
Semua itu dipercepat lewat inovasi digital: Virtual Reality (VR) untuk pelatihan keselamatanA. I berbasis CCTV untuk pemantauan kepatuhan HSSE. Model prediktif pompa dengan akurasi di atas 95% yang mampu mendeteksi potensi kegagalan hingga 14 hari lebih awal.
Hasilnya, siklus dari pengeboran ke produksi dipangkas dari 30 hari menjadi 15 hari, dengan manfaat finansial tahunan mencapai Rp120 miliar dari penurunan downtime.
Secara kinerja, PHR mencatat lonjakan laba bersih dari USD 645,44 juta (2021) menjadi USD 3,05 miliar (2024). Saat ini, Blok Rokan menyumbang sekitar 27% pasokan minyak nasional—menegaskan peran vital PHR bagi ketahanan energi Indonesia.
Transformasi digital PHR juga diakui di dalam negeri. Melalui GeoInnovation Esri Indonesia Award 2025, PHR meraih kategori Sustainability Impact berkat pengembangan ONE PHR GIS—platform geospasial terintegrasi yang menjadi “otak” operasional di wilayah Sumatra.
ONE PHR GIS mengelola data dari 30 wilayah kerja, 26.000+ sumur, 18.000+ km pipa, dan 8.000+ kendaraan operasi di area lebih dari 70.000 km². Sistem ini memadukan data spasial dan non-spasial secara real time, dilengkapi AI dan big data untuk analisis lanjutan.
Mulai dari deteksi wellpad berbasis citra, analisis rute kendaraan, hingga pelaporan survei lapangan berbasis machine learning, semuanya terhubung dalam satu dashboard.
Salah satu terobosannya adalah Project SINERGY (SONAR Integrated Well Execution Readiness Strategy) yang meningkatkan efektivitas pergerakan rig sekitar 10% dan menurunkan Non Productive Time akibat kondisi jalan hingga 50%.
“ONE PHR GIS adalah bagian dari transformasi digital komprehensif untuk mendorong keunggulan operasional dan peningkatan produksi,” ujar Triatmojo Rosewanto S, VP Information Technology PHR.













