Indragiri Hilir, Riau, ruangenergi.com-Kabar melegakan datang dari penanganan insiden pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Setelah sempat mengalami insiden kebakaran beberapa waktu lalu, perbaikan pipa di Indragiri Hilir kini memasuki tahap akhir. Jika tidak ada aral melintang, aliran gas (gas in) ditargetkan kembali normal malam ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari ruangenergi.com pada Rabu (7/1), proses perbaikan tengah dikebut oleh tim di lapangan demi mengejar target operasional.
“Insha Allah, nanti malam gas in jam 23.00 atau 23.30. Doain saja, para pekerja dan welder (juru las) sedang berjuang,” ujar sumber tersebut, menggambarkan situasi di lapangan di mana para pekerja tengah berjibaku menuntaskan pengelasan terakhir.
Dalam catatan ruangenergi.com, insiden kebocoran yang disusul kebakaran ini ditangani dengan respons cepat. TGI segera menutup seluruh section valve terdekat sesaat setelah kejadian. Api di sekitar pipa terdampak berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu pagi (3/1/2026) pukul 05.35 WIB.
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, menegaskan bahwa keselamatan menjadi harga mati dalam proses pemulihan ini.
“Prioritas utama perusahaan adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat serta melakukan pemulihan operasional secepatnya. Seluruh tahapan penanganan dilakukan mengikuti standar HSSE oleh personel yang kompeten,” tegas Emil.
Emil juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Delapan warga yang sempat mengalami luka bakar ringan telah mendapatkan perawatan medis dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Terkait kerugian materiil, TGI berkomitmen penuh. Perusahaan menyatakan akan bertanggung jawab atas kerusakan aset milik warga sekitar yang terdampak oleh insiden tersebut.
Saat ini, fokus utama perusahaan adalah menyelesaikan perbaikan fisik pipa yang estimasinya memakan waktu maksimal lima hari. Paralel dengan itu, monitoring tekanan gas terus dilakukan kepada para shipper dan buyer di jalur Grissik-Duri untuk memastikan stabilitas jaringan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak. Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman,” tutup Emil.













