Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Upaya pemulihan jalur pipa gas yang bocor di titik KP 294 terus dikebut. Hingga saat ini, tim teknis dari Transportasi Gas Indonesia (TGI) dilaporkan masih bekerja keras di lapangan untuk menanggulangi kerusakan. Berdasarkan estimasi teknis terbaru, perbaikan ini ditargetkan rampung dalam waktu 3 hingga 5 hari terhitung sejak Sabtu (10/01/2026).
Target waktu ini menjadi kabar yang melegakan di tengah insiden kebocoran pipa yang sempat memicu kekhawatiran terhadap operasional vital di Blok Rokan.
Meskipun tim lapangan menargetkan penyelesaian dalam hitungan hari, SKK Migas tetap mengambil langkah waspada dengan mempersiapkan skenario perbaikan yang mungkin memakan waktu lebih lama.
Dalam bincang santai virtual bersama Ruangenergi.com, Senin (12/01/2026), Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), CW Wicaksono atau akrab disapa Toni, membenarkan insiden tersebut.
“Kebocoran pipa di titik KP 294 masih berlanjut, bahkan diperkirakan (bisa) lebih dari seminggu,” ujar Toni.
Perbedaan estimasi ini menunjukkan betapa dinamisnya situasi di lapangan, di mana TGI berupaya menyelesaikannya secepat mungkin, sementara regulator memastikan kesiapan mitigasi untuk durasi yang lebih panjang. Saat ini, jalur pipa utama yang bocor telah di-shutdown sementara demi keamanan.
Pipa TGI yang bocor tersebut sejatinya sangat vital karena menyuplai gas untuk North Duri Cogeneration (NDC) plant. Pembangkit yang dikelola PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) ini adalah sumber tenaga utama untuk menyedot minyak di Blok Rokan.
Namun, drama “mati total” berhasil dihindari. SKK Migas bergerak taktis melakukan substitusi pasokan gas secara cepat.
“Nih, baru dapat gas dari EMP Bentu sebesar 35 – 37 MMCF (Million Cubic Feet),” ungkap Toni.
Pasokan darurat dari lapangan EMP Bentu ini terbukti menjadi penyelamat. Volume gas tersebut cukup untuk menjaga turbin pembangkit listrik tetap berputar, sehingga operasi penyedotan minyak tidak terhenti.
Berkat manuver cepat pengalihan sumber gas ke EMP Bentu, dampak terhadap produksi nasional dapat diminimalisir. SKK Migas memastikan bahwa meskipun ada gangguan pipa, estimasi produksi minyak masih dapat dipertahankan di angka yang signifikan.













