Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Kabar terbaru datang dari penanganan insiden kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Setelah melalui proses perbaikan yang intensif, aliran gas akhirnya mulai dialirkan kembali (gas in). Namun, proses ini dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi alias “senam jantung”.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), CW Wicaksono, mengungkapkan bahwa meskipun perbaikan fisik telah rampung, pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengembalikan operasional pipa ke kapasitas normal.
Saat ini, tim teknis di lapangan tengah melakukan uji coba dengan menaikkan tekanan (pressure) gas secara bertahap. Langkah “mengendap-endap” ini sengaja diambil demi alasan keselamatan mutlak.
“Saat ini baru gas in dan coba naikin pressure pelan-pelan, takut mleduk lagi,” ungkap Toni, sapaan akrab CW Wicaksono dengan gaya lugas menggambarkan ketegangan dan kehati-hatian tim di lapangan, dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com,Rabu (14/01/2026).
Pernyataan “takut mleduk lagi” ini menegaskan bahwa SKK Migas dan TGI tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun yang bisa memicu insiden susulan. Stabilitas pipa menjadi prioritas utama sebelum pasokan gas digenjot penuh.
Meski dilakukan dengan perlahan, Toni optimis pemulihan total tidak akan memakan waktu lama jika semua parameter berjalan sesuai rencana. Ia memperkirakan kondisi penyaluran gas akan kembali aman dan stabil dalam hitungan hari.
“Mudah-mudahan aman di 2 atau 3 hari ini,” tambahnya penuh harap.
Masyarakat dan industri pengguna gas di wilayah terdampak diharapkan dapat bersabar menunggu proses normalisasi ini selesai, demi jaminan keamanan pasokan energi jangka panjang yang bebas risiko.












