Tangerang, ruangenergi.com – Sinergi dalam mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) terus menunjukkan capaian positif. Terbaru, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia meresmikan ZORA SPKLU Signature di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (14/2).
Dengan daya mencapai 480 kilowatt (kW), infrastruktur ini menjadi unit pengisian daya Ultra Fast Charging pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur cerdas Split Charging dan teknologi Liquid Cooling System (berpendingin cairan).
Teknologi mutakhir dari Huawei FusionCharge ini memungkinkan SPKLU Signature ZORA menyalurkan energi secara fleksibel baik dari jaringan listrik utama maupun sumber energi bersih yang diintegrasikan lewat sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System) dan mampu beroperasi optimal di segala kondisi cuaca.
Pengoperasian SPKLU ini menjadi wujud nyata komitmen para pihak dalam mendukung Pemerintah untuk menghadirkan keandalan dan kenyamanan bagi pengguna EV di Tanah Air.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, yang diwakili oleh Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya kolaborasi strategis ini.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor,” ujar Edwin.
Kehadiran SPKLU ini sekaligus memperkuat jaringan infrastruktur pengisian daya nasional yang terus bertumbuh. Tercatat hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan sebanyak 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra akan terus dipacu guna memastikan ketersediaan pengisian daya yang sebanding dengan masifnya pertumbuhan pengguna EV di tanah air.
Sebagai pengisian daya paling mutakhir di Indonesia, infrastruktur ini terdiri dari 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan 1 konektor AC Medium Charging yang dirancang untuk melayani pengisian di lokasi dengan lalu lintas tinggi (high traffic area) serta kebutuhan pengisian daya yang singkat (fast turnaround time).
Keunggulan teknologi ini tercermin pada durasi pengisian baterai yang sangat efisien. Sebagai gambaran, untuk mencapai State of Charge (SoC) dari 10% ke 80%, kategori medium charging hanya membutuhkan waktu 50 menit. Sementara untuk kategori ultra fast charging, waktu yang dibutuhkan hanya 20 menit.
Dilengkapi dengan area tunggu yang cozy dan nyaman , fasilitas ini menandai transformasi layanan pengisian daya, dari sekadar titik pengisian (charging point), menjadi pusat gaya hidup (destination charging & lifestyle hub) guna meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience).
“Hadirnya SPKLU Signature ZORA ini merupakan manifestasi dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan, cerdas, dan tanpa hambatan,” jabar Edwin.
Kenyamanan tersebut semakin lengkap dengan dukungan layanan digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile. Lewat fitur Trip Planner, pengguna dapat merencanakan rute perjalanan berdasarkan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan transparan.
Sejalan dengan visi Pemerintah, Presiden Komisioner MEBI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bergandengan dengan PLN dalam mempercepat infrastruktur pengisian di tanah air.
“Kita tidak hanya meresmikan sebuah SPKLU, tetapi juga menetapkan arah bahwa Indonesia siap bergerak lebih cepat, bahwa inovasi adalah komitmen kita, serta bahwa masa depan mobilitas hijau dimulai dari sini, dari titik ini,” tutur Rahayu.
Dari sisi penyedia teknologi, CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran manajemen PLN dan MEBI atas keberhasilan pengoperasian infrastruktur berstandar tinggi ini. Ia menilai capaian ini sebagai langkah impresif dalam menghadirkan sistem pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) yang cerdas dan efisien bagi pelanggan.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim PLN di bawah kepemimpinan jajaran manajemen. Saya masih ingat diskusi pertama kita sekitar bulan Juli tahun lalu. Kini, dalam waktu kurang lebih enam bulan, kita sudah bisa melihat hasil nyata yang luar biasa ini. Ini benar-benar pencapaian yang mengesankan,” kata Jin Song.
Informasi lainnya tentang PT PLN (Persero) yang saat ini di bawah Danantara Indonesia bisa diakses di link ini https://www.danantaraindonesia.co.id/













