PLN Nusantara Power Perkuat Sinergi Panas Bumi, Teken JDSA dengan Geo Dipa Energi untuk Retrofit PLTP Dieng 1 hingga Pengembangan Green Hydrogen

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) telah menandatangani Joint Development Study Agreement (JDSA) dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) (GDE) terkait Studi Pengembangan Bersama Peningkatan Kinerja Operasional Aset Pembangkitan dan Pengembangan Bisnis Ketenagalistrikan Lainnya. Kesepakatan ini menegaskan komitmen PLN NP dalam memperkuat kolaborasi strategis guna meningkatkan keandalan aset pembangkitan panas bumi sekaligus memperluas peluang pengembangan bisnis ketenagalistrikan berkelanjutan.

Melalui studi bersama ini, PLN NP dan GDE akan menjalankan kajian komprehensif untuk pelaksanaan retrofit PLTP Dieng 1 sebagai langkah peningkatan keandalan dan efisiensi pembangkit. Program retrofit ini juga diproyeksikan menjadi titik awal untuk mendorong pembukaan peluang pengembangan lokasi-lokasi potensial PLTP berikutnya melalui pendekatan kajian teknis dan bisnis yang terukur.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memastikan aset pembangkitan panas bumi dapat beroperasi semakin andal dan efisien, sekaligus memperkuat kontribusi energi bersih bagi sistem ketenagalistrikan nasional.

“Penandatanganan JDSA ini menjadi wujud komitmen PLN Nusantara Power untuk menghadirkan peningkatan kinerja operasional pembangkit secara terukur melalui kolaborasi strategis. Retrofit PLTP Dieng 1 kami dorong sebagai upaya peningkatan keandalan dan efisiensi, sekaligus membuka peluang pengembangan panas bumi di lokasi-lokasi potensial berikutnya.” ujar Ruly

Selain fokus retrofit, ruang lingkup JDSA juga mencakup penjajakan kerja sama bisnis ketenagalistrikan lainnya, termasuk pengembangan sektor teknologi PLTP, pengembangan proyek-proyek panas bumi baru, serta inisiatif pengembangan green hydrogen berbasis energi panas bumi sebagai bentuk dukungan terhadap agenda transisi energi.

PLN NP menilai kolaborasi ini memiliki landasan kuat karena didukung rekam jejak kerja sama yang telah berjalan. Dalam tiga tahun terakhir, PLN NP dan GDE telah merealisasikan kolaborasi beyond kWh melalui lebih dari delapan kontrak kerja sama, dengan skema GDE sebagai pengguna layanan yang memanfaatkan kompetensi PLN NP untuk mendukung kebutuhan operasional dan penguatan kinerja.

“Di saat yang sama, kami juga memperluas langkah menuju energi masa depan melalui inisiatif green hydrogen berbasis panas bumi sebagai bagian dari transformasi energi bersih nasional,” tambah Ruly.

Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari dukungan PLN NP terhadap penugasan PLN dalam penguatan kinerja pembangkit panas bumi, khususnya pada lingkup retrofit PLTP Dieng 1 milik GDE. Melalui mekanisme studi pengembangan bersama, PLN NP memastikan setiap langkah kolaborasi disusun berbasis data, memperhatikan aspek keselamatan, keandalan operasi, serta keberlanjutan jangka panjang.

Dengan ditandatanganinya JDSA ini, PLN NP optimistis sinergi bersama GDE akan mendorong optimalisasi aset pembangkitan dan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat strategis bagi kedua belah pihak sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung percepatan transisi energi hijau di Tanah Air.