Posko Nasional ESDM Siaga 20 Hari, Pastikan Energi Aman Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengoperasikan Posko Nasional Sektor ESDM sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Posko ini diharapkan menjadi rujukan informasi terpercaya bagi masyarakat terkait ketersediaan BBM, LPG, listrik, hingga potensi kebencanaan geologi.

Posko Nasional tersebut mulai beroperasi selama 20 hari, terhitung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026, dan berlokasi di Gedung BPH Migas, Jakarta.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, kehadiran Posko Nasional Sektor ESDM menjadi sarana koordinasi lintas instansi sekaligus pusat informasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait kondisi sektor energi selama masa libur panjang.

“Keberadaan Posko Nasional Sektor ESDM ini menjadi tempat berkoordinasi antarinstansi terkait dan menjadi pusat informasi bagi masyarakat dan stakeholder mendapatkan informasi-informasi yang mereka butuhkan dan menjadi pegangan yang dapat dipercaya,” ujar Yuliot  seperti dilaporkan Lintang, reporter ruangenergi.com, Kamis (12/03/2026), di Jakarta.

Ia memastikan bahwa secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Idulfitri berada dalam kondisi sangat memadai. Demikian pula dengan pasokan listrik yang dipastikan tetap andal selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Menurut Yuliot, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemeliharaan pembangkit listrik hingga memastikan kecukupan energi primer bagi pembangkit. Pemeriksaan jaringan transmisi juga telah dilakukan guna meminimalkan potensi gangguan.

“Kita sudah melakukan maintenance terhadap pembangkit-pembangkit yang ada, kemudian cadangan energi primernya juga kita siapkan. Jangan sampai ada gangguan transmisi, itu juga sudah dilakukan pengecekan. Sehingga pada saat Ramadhan dan Idulfitri tidak ada gangguan terhadap pasokan listrik di seluruh daerah, baik di pusat kegiatan ekonomi maupun pemukiman masyarakat, terutama di daerah tujuan mudik,” jelasnya.

Selain memastikan kelancaran pasokan energi, Posko Nasional ESDM juga akan memantau potensi kebencanaan geologi. Badan Geologi telah menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi bencana seperti pergerakan tanah dan aktivitas vulkanik gunung api di sejumlah wilayah.

Selama masa operasional posko, tim akan melakukan pengawasan terhadap penyediaan dan distribusi BBM, LPG, serta listrik, sekaligus memantau kondisi geologi guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Dalam pelaksanaannya, BPH Migas ditunjuk sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM 2026, Erika Retnowati, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi agar pelaksanaan posko berjalan optimal dan mampu memberikan layanan informasi yang cepat serta akurat bagi masyarakat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar. Sinergitas ini bukan hanya internal anggota posko, tetapi juga dengan stakeholder lainnya, seperti Korlantas Polri, terutama terkait pengaturan rute pembatasan lalu lintas maupun titik-titik kemacetan,” kata Erika.

Dari sisi kesiapan infrastruktur energi, BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Fasilitas tambahan juga disiapkan di wilayah dengan permintaan tinggi selama arus mudik dan balik.

Secara umum, ketahanan stok BBM nasional untuk gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur berada pada kisaran 17 hingga 23 hari dengan rata-rata sekitar 21 hari.

Adapun proyeksi konsumsi BBM selama periode posko menunjukkan adanya peningkatan permintaan gasoline sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal. Sebaliknya, konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 14,5 persen seiring berkurangnya aktivitas logistik. Sementara kebutuhan avtur diproyeksikan naik 2,8 persen dan kerosene meningkat sekitar 4,2 persen.

Untuk LPG, Direktorat Jenderal Migas bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG. Ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 15 hari dan dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, agen dan pangkalan LPG juga disiagakan selama 24 jam, khususnya di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur Lebaran.