Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah meningkatnya aktivitas memasak jelang Hari Raya Lebaran, Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya penghematan energi. Menjawab imbauan tersebut, PT Pertamina (Persero) mengajak masyarakat memulai langkah sederhana—langsung dari dapur rumah.

Bagi banyak keluarga, dapur adalah pusat aktivitas selama Lebaran. Aneka hidangan khas seperti opor, rendang, hingga kue-kue tradisional dimasak dalam jumlah besar. Namun di balik tradisi itu, ada peluang untuk menghemat energi tanpa mengurangi kenikmatan sajian.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa lonjakan aktivitas memasak saat Lebaran adalah hal yang wajar. Meski begitu, ia menilai kebiasaan memasak yang lebih efisien bisa menjadi kunci penghematan energi di tingkat rumah tangga.

“Langkah kecil dari rumah tangga dapat memberikan dampak besar. Dengan penggunaan LPG yang lebih efisien, masyarakat tidak hanya menghemat energi, tetapi juga ikut menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Pertamina membagikan sejumlah tips praktis agar penggunaan LPG lebih hemat. Dimulai dari tahap persiapan, masyarakat dianjurkan memotong bahan makanan lebih kecil agar cepat matang, serta menggunakan air secukupnya.

Saat memasak, penggunaan api juga menjadi faktor penting. Api yang terlalu besar tidak selalu mempercepat proses, justru bisa memboroskan gas. Menutup panci saat memasak juga terbukti membantu menjaga panas tetap optimal.

Selain itu, penggunaan peralatan masak dengan dasar rata dinilai mampu meningkatkan efisiensi panas, sehingga energi tidak terbuang percuma.

Tak hanya cara memasak, kondisi peralatan juga berperan besar. Kompor dan regulator harus dipastikan tidak bocor, sementara burner perlu dibersihkan agar menghasilkan api biru—tanda pembakaran yang sempurna dan efisien.

Menariknya, Pertamina juga mendorong kombinasi penggunaan peralatan, seperti kompor gas, kompor induksi, hingga perangkat listrik seperti rice cooker dan teko listrik, untuk menyesuaikan kebutuhan energi secara lebih cerdas.

Di sisi lain, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pertamina mengingatkan masyarakat untuk menggunakan regulator berstandar, memastikan tabung LPG dalam kondisi baik, serta menempatkannya di area dengan sirkulasi udara yang memadai.

Langkah-langkah sederhana ini, menurut Baron, bukan hanya soal penghematan, tetapi juga bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pengelolaan energi nasional yang lebih bijak.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina terus mendorong perubahan perilaku konsumsi energi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 serta komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui pendekatan berbasis rumah tangga, Pertamina ingin menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu dimulai dari proyek besar—tetapi bisa dari dapur, dari kebiasaan sehari-hari.

“Pertamina berkomitmen memastikan ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tutup Baron.