Produksi Lampaui Target, Regional Indonesia Timur Pertamina Tancap Gas Kembangkan Potensi Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kinerja impresif ditunjukkan Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina dengan keberhasilan melampaui target produksi migas sepanjang 2025. Capaian ini menjadi pijakan kuat bagi perusahaan untuk semakin agresif menggali potensi minyak dan gas bumi di kawasan timur Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mengakselerasi berbagai program strategis guna menjaga tren positif tersebut. Upaya itu mencakup kegiatan workover, pemboran sumur pengembangan dan eksplorasi, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti CO2 flood yang tengah dikembangkan di Lapangan Sukowati.

“Digitalisasi juga kami dorong secara agresif untuk mendukung optimalisasi produksi dan efisiensi operasi,” ujar Ruby dalam Town Hall Meeting yang diikuti seluruh perwira, baik secara luring maupun daring, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, pencapaian target tidak hanya ditopang aspek teknis, tetapi juga keseragaman tata nilai di seluruh lini organisasi. Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas utama yang diterapkan secara disiplin di seluruh wilayah operasi.

“HSSE adalah fondasi utama, baik di kantor regional maupun di zona operasi,” tegasnya.

Selain itu, komitmen terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta integritas dalam menjalankan proses bisnis dan pengelolaan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan kinerja perusahaan.

Sepanjang 2025, Regional Indonesia Timur mencatatkan produksi migas sebesar 208,5 ribu barel setara minyak per hari (Mboepd) atau 100,4% dari target RKAP. Sementara realisasi lifting mencapai 171,0 Mboepd atau 102,9% dari target.

Dari sisi operasional, perusahaan berhasil menuntaskan pemboran 6 sumur eksplorasi, 12 sumur pengembangan, serta 17 kegiatan workover sepanjang tahun lalu.

Komisaris Pertamina EP Cepu, Tri Winarno, yang turut hadir dalam forum tersebut, mengapresiasi capaian kinerja tersebut. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global.

“Kinerja 2025 cukup baik, baik produksi maupun lifting tercapai. Namun di 2026 kita perlu mencermati kondisi geopolitik global yang dapat mempengaruhi industri migas, sehingga strategi yang disusun tetap adaptif,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi operasional, Regional Indonesia Timur juga menorehkan sejumlah prestasi dengan meraih berbagai penghargaan nasional maupun internasional sepanjang 2025. Pengakuan tersebut menjadi bukti atas kinerja unggul seluruh perwira di wilayah ini.

Sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional, Regional Indonesia Timur mengelola wilayah kerja yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, mencakup aset onshore dan offshore. Selain itu, terdapat pula aset strategis downstream Donggi Senoro LNG.

Dengan capaian dan strategi yang telah disiapkan, Regional Indonesia Timur optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional melalui optimalisasi potensi migas di kawasan timur Indonesia.