Jakarta, ruangenergi.com — Kelancaran distribusi energi nasional tidak lepas dari keandalan infrastruktur bawah laut yang bekerja tanpa henti. Meski jarang terlihat, aset seperti jetty dan Single Point Mooring (SPM) memegang peran penting dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus memperkuat kesiapsiagaan operasional melalui layanan Marine Services, khususnya Underwater Services, menjelang periode strategis nasional seperti Imlek dan Ramadan 2026.
Melalui anak usahanya, PT Pertamina Marine Engineering (PME), PTK menghadirkan layanan pekerjaan bawah laut yang mencakup inspeksi, survei, pemeliharaan subsea, serta tindakan korektif dan preventif. Layanan ini dirancang untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini dan memastikan aset bawah laut tetap dalam kondisi andal, sehingga operasional penyaluran energi tidak terganggu, terutama saat kebutuhan energi masyarakat meningkat.
Dalam periode 2020–2025, Fungsi Underwater Services PME mencatatkan kinerja signifikan dengan menyelesaikan changeover enam unit SPM serta docking tiga unit SPM di berbagai lokasi strategis. Pekerjaan tersebut mencakup towing, dry dock, dan changeover SPM di Balongan, Balikpapan, Cilacap, dan Tuban, serta dukungan jasa sewa SPM untuk operasional Santan Terminal. Capaian ini mencerminkan konsistensi PTK dalam menjaga keandalan fasilitas offshore yang menjadi tulang punggung distribusi energi nasional.
Selain pekerjaan SPM, layanan Underwater Services PTK juga telah melaksanakan 239 inspeksi bawah air pada berbagai sarana tambat di lingkungan Pertamina Group. Inspeksi tersebut meliputi jetty, SPM, Conventional Buoy Mooring (CBM), dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang tersebar di lebih dari 18 titik lokasi strategis di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi aset tetap optimal dan risiko gangguan operasional dapat ditekan.
Dari sisi kapabilitas, layanan Underwater Services didukung oleh 35 diver bersertifikat dan 7 engineer subsea dengan pengalaman panjang di sektor maritim dan energi. Tim ini dilengkapi peralatan underwater yang andal serta bekerja dengan mengacu pada standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berkelas global. Pendekatan ini memastikan setiap pekerjaan bawah laut dijalankan secara aman, presisi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan laut.
Menjelang Imlek dan Ramadan 2026, PTK menegaskan bahwa layanan Marine Services, termasuk Underwater Services, tetap beroperasi tanpa libur. Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kontinuitas distribusi energi nasional pada periode dengan tingkat konsumsi tinggi.
Direktur Utama I Ketut Laba menyampaikan bahwa aset bawah laut meski tidak terlihat memiliki peran yang sangat menentukan. “Melalui layanan Underwater Services, PTK memastikan seluruh infrastruktur bawah laut tetap andal dan aman, didukung oleh profesional berpengalaman, teknologi yang mumpuni, serta standar HSSE kelas dunia. Kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen PTK dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional, khususnya menjelang periode strategis seperti Imlek dan Ramadan,” ujarnya.
Dengan layanan Marine Services yang terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan, PTK terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keandalan infrastruktur energi nasional sekaligus melindungi lingkungan laut Indonesia.












