Bontang, Kaltim, ruangenergi.com-Suasana hangat terasa di Gedung Multi Purpose Building (MPB) Bontang pada Selasa (10/3/2026) sore. Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan tamu mulai berdatangan—dari pejabat daerah, pelaku industri hulu migas, awak media, hingga para santri dari panti asuhan.
Di tempat itulah Badak LNG bersama SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) menggelar Roadshow Kelembagaan dan Komunikasi yang dirangkai dengan silaturahmi serta buka puasa bersama. Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antara industri energi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul Azhari Idris, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat, jajaran manajemen Badak LNG, media lokal, serta para santri dari Panti Asuhan Aisiyah dan Mawadatullah.
Sore itu, Badak LNG dan SKK Migas juga menyerahkan secara simbolis bantuan bahan pokok penting (bapokting) kepada para santri dan awak media yang hadir. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan di bulan Ramadan.
Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kedekatan antara perusahaan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan di Kota Bontang.
Menurutnya, melalui kegiatan ini Badak LNG bersama SKK Migas menyalurkan 1.000 paket bapokting bagi masyarakat.
“Sebanyak 700 paket akan disalurkan selama Ramadan, sementara 300 paket lainnya akan dibagikan secara bertahap,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kota Bontang, perkembangan ini menjadi kabar yang membawa harapan. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat menyebut tambahan pasokan gas untuk Badak LNG dapat memberi dampak positif bagi daerah.
Menurutnya, aktivitas industri yang meningkat berpotensi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Bontang.
“Tambahan pasokan migas ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Mudah-mudahan dapat membuka kesempatan kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran di Bontang,” ujarnya.
Sore itu, ketika azan magrib berkumandang dan para tamu mulai berbuka puasa bersama, pesan yang ingin disampaikan terasa jelas:
di balik kompleksitas industri energi, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


