Rapat Kickoff Meeting Dewan Pembina METI,Momentum Transisi Energi Harus Dimanfaatkan Untuk Percepatan Pengembangan EBT

Jakarta, ruangenergi.com – Ketua Dewan Pembina Masyarakat Energi Terbarukan Terpilih(METI) terpilih Rachmat Gobel yang juga sebagai Wakil  Ketua DPR RI menggelar  Rapat KickOff.
Sebagai mana diketahui, saat ini, Indonesia ditunjuk  sebagai Host G20 dimana salah satu pilar utama G20 adalah “Transisi Energi” yang mendorong METI untuk memanfaatkan momentum /waktu yang ada sebaik mungkin demi terjadinya percepatan Energi Terbarukan di Indonesia.

Riki Ibrahim Ketua Tim FGD Dewan Pembina menyampaikan kepada Ruang Energi bahwa Ketua Dewan Pembina METI menginginkan METI berfungsi sebagai perekat berbagai unsur yang dapat melihat kepentingan yang lebih besar, yaitu Membangun Kesejahteraan Masyarakat &
Membuka Lapangan Kerja dengan Membangun dari Pinggir (dari Desa). Hal ini dapat mempertegas terhindarnya Middle Income Trap. Untuk itu perlu melibatkan Kementerian Lintas Sektoral seperti ESDM, Keuangan, BUMN, KLHK, Perindustrian, dan Pertanian dll.

Selain itu, organisasi METI harus memiliki “Grand Concept” Pengembangan & Pemanfaatan ET Indonesia yang didalamnya termasuk mengidentifikasi kesempatan/peluang dan tantangan/halangan yang dihadapi serta memformulasikan solusi agar ET dapat berkembang secara exponential dalam waktu dekat (percepatan).
“Kita harus membuka sumbatan-sumbatan Regulasi (Unlocking) yang menghambat pemanfaatan ET, ujar Ketua Dewan Pembina METI.

Pengurus Harian METI 2022-2025 yang dibantu oleh Dewan Pakar harus mampu menyusun Program Kerja dan Budget untuk jangka pendek, jangka menengah dan Jangka Panjang, yang setiap tahunnya disetujui oleh Dewan Pembina. METI harus dapat menjaga kompetensi dan akuntabilitas organisasi, agar mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Untuk itu:
a. Perlu dilakukan Audit Sistim Pengelolaan Keuangan Pengurus METI sebelum ini, agar jelas permasalahannya.
b. Selanjutnya METI harus mampu sebagai organisasi yang “accountable”, untuk itu Audit Keuangan perlu dilakukan setiap tahun.

BACA JUGA  Perkuat Hubungan Bilateral dengan Korea, Dorong Transisi Energi
“Sedangkan mengenai RUU EBET, diharapkan sekali RUU EBET dapat di sahkan sebelum selesai G20, ujar Rachmat. Komisi VII DPR sedang menampung berbagai masukan misalnya RUU EBT menjadi RUU EBET. Ketua Komisi VII DPR hingga para pimpinan dan anggota DPR, sepakat target pengesahan RUU EBET, dilakukan sebelum acara puncak G20 pada bulan November,2022”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *