Reaktivasi Sumur Idle Banyu Urip Berbuah Manis, Produksi Tembus 9.000 Barel per Hari

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Upaya reaktivasi sumur-sumur tidak aktif (idle well) di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, mulai menunjukkan hasil signifikan. Produksi minyak dari salah satu sumur yang sebelumnya tidak beroperasi kini melonjak hingga 9.000 barel per hari (BOPD).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan perkembangan tersebut pada Kamis (5/3) kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, serta Komisi Pengawas SKK Migas.

Dalam laporannya disebutkan bahwa Presiden Direktur ExxonMobil Cepu Limited, Wade Floyd, menyampaikan keberhasilan reaktivasi sumur idle B-05 di Lapangan Banyu Urip.

Sumur tersebut sebelumnya berhasil dihidupkan kembali bulan lalu dengan produksi sekitar 4.500 BOPD. Setelah dilakukan optimalisasi lanjutan, produksi kini meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 9.000 BOPD.

“Ini kabar sangat baik bagi upaya peningkatan lifting nasional,” ujar Djoko dalam laporan internalnya kepada pimpinan sektor energi, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Reaktivasi sumur idle merupakan salah satu strategi yang kini gencar dilakukan pemerintah dan operator untuk menambah produksi minyak secara cepat tanpa harus menunggu pengeboran sumur baru yang membutuhkan waktu lebih lama.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga produksi dari Blok Cepu, salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Namun, tidak semua upaya berjalan mulus. Reaktivasi sumur idle kedua di lapangan yang sama dilaporkan belum memberikan hasil optimal. Meski demikian, operator bersama SKK Migas tetap melanjutkan program reaktivasi.

Saat ini tim lapangan tengah menyiapkan reaktivasi sumur idle ketiga, yang diharapkan dapat memberikan tambahan produksi baru.

Keberhasilan sumur B-05 memunculkan optimisme baru bagi peningkatan produksi minyak Indonesia di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan-lapangan tua.

Djoko Siswanto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, SKK Migas, operator, serta mitra nasional akan terus diperkuat untuk memaksimalkan potensi produksi yang ada.

“Dengan kerja bersama antara SKK Migas, ExxonMobil, Pertamina, dan BUMD daerah, peluang peningkatan lifting tetap terbuka,” ujarnya.

Di internal SKK Migas, kabar keberhasilan ini bahkan disambut dengan semangat optimistis: “Lifting naik: bisa, bisa, bisa.”

Jika program reaktivasi sumur idle di Banyu Urip terus membuahkan hasil, tambahan produksi dari lapangan raksasa Blok Cepu itu berpotensi menjadi salah satu penopang penting bagi target produksi minyak nasional tahun ini.