Jakarta,ruangenergi.com–Dua rig PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) baru saja menorehkan pencapaian mengagumkan.
Pertama, rig PDSI#42.3/N1550-E yang sukses menuntaskan pengeboran sumur PPS-007 lokasi PPS-G dalam operasi yang lebih cepat 10 hari dari rencana program dengan lancar, zero NPT, dan zero accident (17/11).
Kedua, rig PDSI#40.3/DS-1500E yang menyelesaikan trayek selubung 13.3/8 di sumur ABG-F dalam waktu 96 jam lebih cepat dan tanpa recordable incident (23/11).
“Rig yang paling lama mempertahankan zero NPT adalah rig PDSI#28.2. Rig ini beroperasi di Field Papua dan telah mencatatkan jam operasi selama 3.633 jam operasi tanpa NPT,” urai VP Drilling Support PDSI Komedi,seperti dikutip dari website pdsi.com.
Komedi bercerita,cukup pelik upaya PDSI untuk mempertahankan reliabilitas rig dan kinerja unggulnya mengingat umur peralatan yang semakin tinggi.
“Upaya memitigasinya adalah dengan memastikan implementasi preventive maintenance dengan lebih baik. Mitigasi dilakukan dengan kegiatan inspeksi secara daily, weekly, monthly, sampai every six month, sesuai dengan jadwal inspeksi peralatan,” ungkap Komedi.
Meskipun begitu, Komedi menyampaikan optimisme PDSI dalam mempertahankan reliabilitas dan keunggulan kinerjanya di tahun 2023 dan seterusnya. Targetnya adalah zero NPT dan zero accident.
Di sepanjang tahun 2022, zero NPT juga telah PDSI bukukan dari kinerja sembilan rig, yakni rig PDSI#26.1, #35.1, #33.1, #46.1, #10.2, #20.2, #28.2, #39.3, dan #48.2. Sementara itu, setidaknya terdapat 21 rig PDSI lainnya yang beroperasi dengan catatan NPT di bawah satu persen.
Banyak faktor yang menjadi kunci keberhasilan PDSI untuk catatan tersebut. Tiga yang utama dari sisi supporting, menurut Komedi, adalah kesiapan dan kompetensi personel dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan, lalu implementasi maintenance preventive system pada semua peralatan di rig, serta ketersediaan material operasi dan pemeliharaan yang cukup.
Jika pun terjadi NPT, maka NPT tersebut harus segera diregister menjadi EFR, yang setiap bulannya akan dievaluasi dipimpin oleh VP Drilling Support diikuti manajer dan rig superintendent. NPT dibedah dan dievaluasi dengan tujuan menjadi pembelajaran sehingga rig lain dapat melakukan closing dan prevention atas rekomendasi rig yang telah mengalami NPT.
Reliabilitas atau keandalan rig menjadi perhatian utama tersendiri bagi PDSI karena, dijelaskan Komedi, pada kondisi paling parah, kerusakan peralatan bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan kehilangan sumur.













