Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Muhammad Arifin menegaskan bahwa seluruh jajaran PHR di lapangan saat ini berada dalam kondisi siaga tinggi demi menjaga keandalan operasi pascagangguan jaringan pipa gas di Sumatera. Perusahaan juga telah menyiapkan skema pemulihan (recovery plan) yang agresif untuk segera dijalankan setelah pasokan gas kembali normal.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas. Gangguan eksternal ini memang tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Kami optimis, dengan pulihnya pasokan energi, kami siap melakukan ramp-up produksi untuk mengejar target yang telah ditetapkan negara,” ungkap Arifin, dalam keterangan tertulis yang diterima ruangenergi.com.
PHR memastikan seluruh langkah operasional selama masa pemulihan tetap mengedepankan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama.
Gangguan yang dimaksud adalah kebocoran jaringan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi di awal 2026. Insiden ini berdampak luas terhadap operasional hulu migas nasional, termasuk Blok Rokan yang menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kebocoran tersebut menyebabkan potensi kehilangan produksi yang signifikan.
“Di awal tahun ini kita mengalami musibah kecil di Sumatera. Pipa bocor dan kita kehilangan potensi produksi kurang lebih 2 juta barel,” ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Tak hanya menyoroti dampak ekonomi, Bahlil juga menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap insiden tersebut. Ia menilai kebocoran ini mencerminkan lemahnya upaya pencegahan.
“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat di ESDM dan BUMN terkait. Ini kecelakaan, tapi juga ada ketidakikhtiaran,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman turun langsung ke lapangan dan memimpin rapat koordinasi teknis di Kantor Utama PHR, Rumbai. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan dampak gangguan gas terhadap pembangkit listrik PHR dapat dikendalikan dan target produksi nasional tetap terjaga.
Laode mengapresiasi langkah cepat PHR dalam melakukan pengalihan bahan bakar pembangkit ke solar serta manajemen beban listrik dengan memprioritaskan sumur utama.
“Langkah ini terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas,” ujarnya.
Ia memastikan produksi Blok Rokan kini mulai berangsur pulih. Pemerintah, kata dia, menaruh perhatian tinggi agar Rokan segera kembali ke kondisi normal.

