Saat Air Bah Surut, Elnusa Hadirkan Mata Air Penopang Nyawa di Sumatera

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah reruntuhan sisa banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, ironi seringkali terjadi: air bah ada di mana-mana, namun setetes air layak konsumsi justru menjadi barang langka. Bagi ribuan warga terdampak, ketiadaan air bersih bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan kelangsungan hidup di tengah masa pemulihan yang berat.

Menyadari bahwa air adalah nadi kehidupan, PT Elnusa Tbk (Elnusa) tidak tinggal diam. Perusahaan jasa energi ini bergerak melampaui rutinitas operasionalnya, terjun langsung merawat harapan warga yang terluka oleh bencana. Bukan sekadar mengirimkan bantuan logistik biasa, Elnusa membawa solusi teknis yang menjadi keahlian mereka: menembus lapisan bumi untuk mencari sumber air bersih.

Pada Kamis (8/1/2026), sebuah langkah konkret diwujudkan di Jakarta. Elnusa, yang bersinergi dengan induk usahanya PT Pertamina (Persero) dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH), menyerahkan bantuan strategis berupa donasi dari pekerja Elnusa Group serta 7 unit alat bor sumur air Jacro. Mesin-mesin tangguh ini akan dikirimkan ke garis depan bencana, bertugas menggali sumur-sumur baru di titik-titik paling kritis.

Lebih dari Sekadar Bantuan

Bagi Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, inisiatif ini bukan sekadar respon reaktif sesaat. Ia melihatnya sebagai fondasi untuk bangkit.

“Inisiatif ini tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek masyarakat terdampak, tetapi juga sebagai fondasi pemulihan yang lebih tangguh. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus menjadi penguat semangat kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan,” ujar Andri dengan optimis.

Kolaborasi ini menggambarkan bagaimana korporasi dapat menyentuh aspek paling mendasar dari kemanusiaan. Mesin bor Jacro yang disumbangkan bukan sekadar besi dan mesin, melainkan instrumen yang akan mengubah air tanah menjadi sumber kehidupan bagi komunitas yang sedang berduka.

Amal Jariyah yang Mengalir

Apresiasi mendalam datang dari Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto. Ia menekankan bahwa bantuan ini memiliki dimensi spiritual dan sosial yang panjang.

“InsyaAllah, ini akan menjadi amal jariyah bagi Pertamina Group, Elnusa Group, serta Yayasan Baitul Hikmah. Kami akan semakin giat melakukan pengeboran sumur air bersih, khususnya di titik-titik dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi di wilayah terdampak bencana,” ungkap Rudi.

Langkah Elnusa ini sekaligus membuktikan bahwa target global seperti Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya akses air bersih (SDG 6), kota tangguh (SDG 11), dan penanganan perubahan iklim (SDG 13)—bukanlah jargon di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan berlumpur.

Kini, mesin-mesin bor itu siap bekerja. Di setiap putaran mata bor yang menembus tanah Sumatra, terselip harapan bahwa air bersih akan segera mengalir deras, membasuh duka, dan menumbuhkan kembali kehidupan warga pascabencana. Bagi Elnusa, setiap tetes air yang nantinya keluar adalah wujud bakti tak terputus bagi negeri.