Sah! Kelola Blok Gagah, Proteknik Utama Langsung Tancap Gas Bor Sumur Eksplorasi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Serpong, Tangerang Selatan, ruangenergi.com-Kabar segar datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Tanah Air.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan PT Proteknik Utama sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Gagah untuk Tahap II Tahun 2025.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, dalam acara Final Meeting Studi Kajian Migas di Episode Hotel Gading Serpong, Tangerang Selatan, Senin (22/12/2025), dikutip dari website Migas.

Penetapan pemenang ini didasarkan pada hasil penilaian dokumen partisipasi lelang Penawaran Langsung (Direct Offer) dan disahkan melalui Surat Keputusan Kementerian ESDM.

PT Proteknik Utama tidak main-main dalam mengambil alih pengelolaan blok ini. Dalam kontraknya, perusahaan menyanggupi Komitmen Pasti 3 Tahun Pertama dengan nilai total mencapai US$ 4.250.000 (sekitar Rp67 miliar dengan kurs asumsi saat ini).

Dana tersebut akan digelontorkan untuk serangkaian aktivitas eksplorasi agresif, yang meliputi: 2 Paket Studi G&G. Akuisisi dan Processing data Seismik 2D sepanjang 100 km. Pengeboran 1 Sumur Eksplorasi. Serta 1 Paket Studi GGRP.

Selain itu, negara juga langsung mengantongi penerimaan dari Bonus Tanda Tangan (Signature Bonus) sebesar US$ 300.000.

Laode Sulaeman mengungkapkan alasan mengapa blok ini menjadi rebutan. WK Gagah yang terletak di daratan Sumatera Selatan ini menyimpan potensi “harta karun” energi yang luar biasa.

“Wilayah Kerja Gagah ini memiliki potensi sumber daya sekitar 173 juta barel oil atau 1,1 triliun kaki kubik gas. Pemerintah mengharapkan potensi ini dapat segera berkontribusi menjaga produksi migas nasional,” papar Laode.

Insentif Dalam kesempatan tersebut, Laode menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membenahi iklim investasi hulu migas agar investor merasa aman dan nyaman.

Pemerintah menjanjikan fasilitas perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku bagi kontraktor. Bahkan, ada jaring pengaman jika kondisi pasar memburuk. “Apabila terjadi kendala ekonomi, Kontraktor dapat mengajukan insentif untuk mengembangkan Wilayah Kerja yang dikelola,” jelasnya.

Menutup pengumuman tersebut, Laode memberikan pesan tegas kepada pemenang lelang.

“Kami menghimbau agar pemenang dapat melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama,” pungkas Laode, seraya berharap langkah ini dapat memperkuat keamanan energi Indonesia di masa depan.