Segera! Target Lifting 2026–2030 Dibahas di Rakor Dukbis 2025 SKK Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Sentul kembali menjadi pusat perhatian industri migas nasional. Selama tiga hari, 3–5 Desember 2025, SKK Migas menggelar Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis (Rakor Dukbis) 2025 dengan tema besar: “Integrasi Dukungan Bisnis dan Instansi Terkait untuk Mencapai Target Lifting, Menuju Ketahanan Energi Nasional.”

Ajang tahunan ini menghadirkan tokoh penting lintas sektor—mulai dari dunia energi, ekonomi, hingga dukungan kelembagaan. Tampak hadir Purnomo Yusgiantoro (Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi), Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), Maman Abdurahman (Menteri Koperasi dan UKM), hingga Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas). Kehadiran para pemangku kebijakan ini seolah menegaskan: urusan energi bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana seluruh rantai pendukung bergerak serempak.

Dalam forum ini, dimana e-flyernya dibaca dan didapat  ruangenergi.com, SKK Migas memaparkan gambaran Upstream Oil & Gas Activity Outlook 2026–2030. Target lifting dan upaya peningkatan produksi akan sangat bergantung pada integrasi ekosistem—mulai dari penyedia barang dan jasa, lembaga pembiayaan, UMKM, hingga pemerintah daerah.

Rakor kali ini menempatkan kolaborasi sebagai kata kunci. Bukan lagi sekadar dukungan teknis, tetapi membentuk jaringan kerja yang mampu menjawab tantangan industri migas yang semakin kompleks.

Rangkaian kegiatan Rakor DUKBIS 2025 dibuat padat dan tak sekadar seremonial. Di dalamnya terdapat: Executive Dialogue. Keynote Speech dan Panel Session. Breakout Session untuk isu teknis dan sektor pendukung. Awarding Session bagi aktor-aktor pendukung bisnis terbaik. Partnership Highlight Session. Motivational Talk: “From Support to Strategic Partner”. Peluncuran Grand Design Dukungan Bisnis 2026

Setiap sesi dirancang agar para pelaku industri—baik besar maupun kecil—dapat membaca arah pengembangan migas nasional, sekaligus menemukan ruang untuk berkontribusi lebih strategis.

Tahun 2026–2030 diperkirakan menjadi fase krusial dalam pencapaian target nasional. Karena itu, Rakor DUKBIS menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan.

Dengan melibatkan lembaga negara, penyedia jasa, pemerintah daerah, serta UMKM sebagai mitra strategis, SKK Migas ingin memastikan bahwa ketahanan energi nasional tidak dibangun oleh sektor hulu semata—tetapi oleh sebuah ekosistem yang saling menguatkan.

Rakor DUKBIS 2025 menutup tahun dengan optimisme: jika kolaborasi dijadikan budaya, maka target lifting bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata dari ketahanan energi Indonesia yang semakin kokoh.