Selamat! SKK Migas Berhasil Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Investor

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Serpong, Tangerang Selatan, ruangenergi.com– Ada pernyataan penti dari Kepala SKK Migas Djoko Siswanto bahwa beginilah  komitmen SKK Migas untuk mendukung pertumbuhan sektor hulu migas Indonesia melalui kemitraan yang lebih kuat dengan para investor dalam ajang IPA Convex 2025.

Dalam sambutannya, Djoko Siswanto mengungkapkan apresiasi terhadap kontribusi yang telah diberikan oleh berbagai perusahaan migas, baik domestik maupun internasional, dalam mendukung industri migas Indonesia.

“Indonesia memiliki potensi besar di sektor hulu migas, dan kami terbuka untuk kemitraan strategis yang dapat mendorong perkembangan industri ini. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menawarkan 60 blok migas baru dalam dua tahun ke depan. Kami juga memberikan fleksibilitas dalam struktur perjanjian bagi hasil yang dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap blok dan kebutuhan investor,” kata Djoko di saat The 49 th IPA Convex 2025, Rabu (21/05/2025) di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan,.

Djoko juga menekankan pentingnya eksplorasi berkelanjutan dan investasi yang lebih besar di Indonesia, yang telah menjadi salah satu destinasi utama untuk eksplorasi migas global. Indonesia, menurutnya, telah kembali menjadi hotspot eksplorasi dengan berbagai penemuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap forum ini akan memperkuat kerja sama dengan investor untuk mencapai ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas,  Rikky Rahmat Firdaus, mengajak investor untuk berpartisipasi dalam eksplorasi dan pengembangan lapangan migas Indonesia.

“Saat ini, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang berpotensi untuk dikembangkan, meskipun hanya sekitar 37% yang telah terbukti atau dalam produksi. Hal ini menunjukkan banyaknya peluang yang belum tergali,” ucap Rikky.

Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa cekungan baru yang akan segera memulai produksi, seperti Lapangan Masela dan Singa Laut/Kuda Laut, akan meningkatkan potensi produksi Indonesia, sementara wilayah Indonesia Timur, yang masih menyimpan potensi besar, terus didorong untuk dieksplorasi lebih lanjut dengan memanfaatkan data-data terbaru yang telah tersedia.

SKK Migas Siap Jadi Fasilitator

Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data WK SKK Migas Asnidar, menambahkan bahwa SKK Migas siap menjadi fasilitator aktif dalam mendukung ketertarikan dan langkah nyata investor.

“Kegiatan investor engagement seperti ini merupakan usaha SKK Migas dalam menghadirkan investor dan mempromosikan potensi migas Indonesia,” ungkap Asnidar.

SKK, lanjut Asnidar, akan terus memberikan dukungan penuh melalui informasi area-area berpotensi untuk peluang investasi migas dengan ketersediaan data yang ada, serta koordinasi yang baik untuk mempermudah setiap tahapan investasi di sektor hulu migas

Apresiasi disampaikan juga oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada berbagai operator dan investor yang telah berpartisipasi aktif dalam eksplorasi migas Indonesia.

Beberapa operator dan investor yang terlibat antara lain:
Pertamina, ExxonMobil ,Petronas, Eni, BP, Posco, Woodside, Medco, Shell, Total, SK Earthon, EnQuest.

Ada juga ARAR Petrol A.S. (Impression Ventures AG), PETROS, JOGMEC, Dialog, Valeura. Termasuk di dalamnya ada Petrochina, CNOOC dan SINOPEC plus INPEX, Zarubezhneft, KUFPEC, serta PTTEP, dan juga JAPEX.

Dalam kesempatan itu, Kepala SKK Migas juga memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan operator yang telah berperan aktif dalam kontribusinya terhadap industri hulu migas Indonesia, seperti PetroChina, CNOOC, SINOPEC, INPEX, Zarubezhneft, KUFPEC, PTTEP, dan JAPEX.

Melalui forum ini, SKK Migas mengundang para investor untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas siap menjadi mitra yang mendukung setiap tahapan investasi dengan memberikan kemudahan regulasi, transparansi, serta bantuan teknis dan non-teknis.

Dengan semakin banyaknya investor yang terlibat dalam studi bersama dan eksplorasi wilayah kerja baru, diharapkan Indonesia dapat lebih memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri migas global.