Siagakan Energi Bersih 24 Jam, Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Bersiap akan kebutuhan energi yang melonjak pada periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) aktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) guna memastikan stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih agar tetap optimal selama masa ini.

Rika Gresia Wahyudi, selaku Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE mengutarakan bahwa inisiatif adalah komitmen nyata perusahaan untuk menjaga pasokan energi bersih serta memastikan fasilitas energi terbarukan beroperasi optimal sepanjang periode peningkatan aktivitas.

“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Rika.

Satgas RAFI Pertamina NRE akan bertugas melakukan pemantauan operasional secara intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta fasilitas energi rendah karbon lainnya. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan melibatkan baik dari tim operasional di berbagai wilayah kerja, ataupun melalui ruang kendali.

Dengan memanfaatkan New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) yang merupakan sistem pemantauan aset operasi, Pertamina NRE dapat melakukan monitoring secara real-time dan terintegrasi langsung dari kantor pusat Pertamina NRE Jakarta. Di sisi lain, perusahaan juga menggiatkan inisiatif dalam memenuhi kebutuhan personel, memastikan kesiapan operator saat menjalankan tugas, serta penerapan emergency response untuk koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan keadaan darurat dan situasi kritis.

Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sebesar 2,551 GW yang mencakup pembangkit listrik berbasis energi surya, panas bumi, gas alam, dan biogas. Salah satu kontribusi signifikan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan 261 unit pembangkit berkapasitas total 55,69 MW yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Selain itu, melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP), Pertamina NRE turut mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 1.760 MW.

Di sektor panas bumi, anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengelola enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas 727,5 MW yang berada di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara), sementara di sektor bioenergi Pertamina NRE juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dengan kapasitas terpasang 2,4 MW.

Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE sebagai bagian dari Pertamina Group menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya dalam memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, saat aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan energi turut mengalami lonjakan. Hal ini menunjukkan upaya perusahaan untuk hadir bagi masyarakat di semua lini penyaluran energi hingga memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.