Cepu, Jawa Timur, ruangenergi.com-Saat sebagian besar orang menikmati libur awal tahun, suasana berbeda justru terasa di lokasi sumur eksplorasi Darajingga (DRJ)-001, Cepu, Jawa Tengah. Tepat di hari pertama tahun 2026, Kamis (1/1/2026), Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, memilih “turun gunung” menyapa langsung para rig crew yang bertugas.
Kunjungan Avep ke RIG PDSI#40.3/DS1500-E bukan sekadar seremonial. Di tengah deru mesin pengeboran yang menargetkan kedalaman 3.500 meter tersebut, ia membawa pesan tegas yang menyentuh sisi paling fundamental dari industri migas: Keselamatan adalah harga mati.
Di hadapan para kru yang menjadi garda terdepan ketahanan energi nasional, Avep mengingatkan bahwa angka produksi dan target pengeboran tidak akan berarti apa-apa tanpa keselamatan manusianya.
“Target operasi boleh tinggi, tantangan boleh berat, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Zero Accident bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus kita jaga bersama setiap hari,” tegas Avep dengan nada serius.
Ia menegaskan bahwa setiap Perwira Pertamina Drilling memiliki hak untuk menghentikan pekerjaan jika melihat kondisi tidak aman (Stop Work Authority).
“Tidak ada pekerjaan yang begitu mendesak hingga harus mempertaruhkan nyawa,” tambahnya, sebuah kalimat yang menegaskan bahwa manajemen menempatkan nyawa pekerja di atas profit semata.
Pesan Avep bukan tanpa dasar. RIG PDSI#40.3/DS1500-E yang beroperasi di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4 ini telah membuktikan ketangguhannya dalam aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Hingga pergantian tahun, tepatnya 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB, rig ini mencatatkan 3.450.308 jam kerja selamat (safe man hours). Angka fantastis ini menjadi bukti bahwa efisiensi dan keselamatan bisa berjalan beriringan.
Menurut Avep, operasi yang aman justru adalah operasi yang paling produktif. “HSSE yang kuat memastikan proyek berjalan tepat waktu, efisien, dan memberikan nilai maksimal bagi perusahaan dan negara,” jelasnya.
Kehadiran pucuk pimpinan di hari libur nasional memberikan dampak psikologis tersendiri bagi para pekerja di lapangan. Rig Superintendent PDSI #40.3/DS1500-E, Agung Priambodo, menyebut kunjungan ini sebagai “booster” semangat bagi timnya.
“Kehadiran manajemen menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Agung.
Sumur DRJ-001 yang mulai ditajak sejak 9 Oktober 2025 ini memegang peran strategis dalam upaya Pertamina Group menemukan cadangan migas baru. Dengan kunjungan ini, Pertamina Drilling ingin memastikan bahwa tahun 2026 diawali dengan satu tekad bulat: bekerja selamat dari hari pertama hingga hari terakhir, demi menjaga nyala energi nasional.













