Arya Sinulingga

Sinergi BUMN di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, Ruangenergi.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut, kurva kasus Positif Covid-19 di Indonesia memang meningkat, namun angka kesembuhan dan ketersediaan bed di rumah sakit juga tinggi dan cenderung naik. Konsistensi tren ini bisa jadi pola terbaik untuk Indonesia sampai vaksin siap di distribusikan.

Dalam sebuah diskusi, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan, ketersediaan kapasitas kesehatan tidak terpenuhi, dan ini menyebabkan banyak yang meninggal.

“Ini yang terjadi di Italia. Bahkan mereka memilih orang yang masih mudah dengan yang sudah tua, karena keterbatasan kapasitas. Yang mampu kita lakukan adalah memperlambat penyebaran Virus Corona,” jelas Arya secara virtual, (24/09).

Menurutnya, dari grafik yang dipaparkan olehnya terlihat Indonesia lebih landai ketimbang negara lainnya.

Ia melanjutkan, setidaknya ada 5 langkah yang sedang dijalankan Kementerian BUMN dalam menangani Covid-19.

Pertama, melalui Yayasan BUMN. Yayasan BUMN tersebut saat ini fokus untuk Penanganan Dampak Pandemi Covid-19.

Bersinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terisolir dan Terluar, dan Terdampak Bencana Alam).

Arya Sinulingga, kembali mengatakan, dengan mengfungsikan dan mendukung operasional RSD (Rumah Sakit Darurat) Wisma Atlet, pihaknya dengan sinergi BUMN dan Lembaga lain memberikan, Hospitality (cleaning service, laundry, dan catering), penyediaan relawan tenaga non medis, serta dana operasional harian.

“Kita melakukan intervensi untuk melambat penyebaran Covid-19, dan meningkatkan kapasitas Rumah Sakit,” jelasnya.

“Ketika pasien Covid-19 yang biasa saja digabungkan dengan pasien dengan penyakit yang parah, apa yang akan terjadi nantinya, akibatnya rumah sakit tidak terpenuhi, itulah makanya kami mengalihfungsikan Wisma Atlet untuk pasien Covid-19 buang OTG (orang tanpa gejala) dan RS yang mempunyai ICU, ventilator dan sebagainya khusus untuk penanganan pasien yang parah,” katanya.

Koordinator donasi Tim Penanganan Covid-19 BUMN, donasi berasal dari BUMN, perusahaan swasta dan perorangan, berupa dana tunai maupun barang. Hingga 31 Agustus 2020, total nilai penerimaan donasi sebesar Rp 444.612.003.387 Miliar, dan total penyaluran donasi hingga 31 Agustus tercatat sebesar Rp 341.343.575.921 Miliar.

Pihaknya juga memberikan bantuan sembako dan uang elektronik kepada 1.000 Panti Asuhan dan Yayasan sosial se-Jabodetabek.

Selain itu, lanjutnya, Kementerian BUMN memberikan fasilitas kesehatan ke 31 RS BUMN untuk menangani pasien Covid-19.

“Kita berdayakan 31 RD BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan 12 Real Time PCR di RS BUMN dan Pemda. RS Pertamina Jaya salah satu jumlah pasien Covid-19 terkecil yang meninggal dunia, itulah cara-cara kita menangani pasien Covid-19,” ungkapnya.

Kedua, Satgas Bencana Nasional. Pasalnya sebanyak 108 Perusahaan BUMN yang tergabung dalam satgas tersebut yang diketuai oleh 26 Ketua Satgas BUMN di seluruh Indonesia (34 Provinsi) memilik satu tujuan yakni melindungi Negeri.

BACA JUGA  Elnusa Rampungkan Fabrikasi HWU EHR-14

Di mana peran satgas BUMN Provinsi yakni bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, memonitoring, mempublikasikan dan melaporkan pelaksanaan kegiatan, termasuk untuk pendanaan kegiatan.

“Kami penuhi alat kesehatan, obat-obatan, APD, sembako di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Program berikutnya pembagian 500.000 Masker ke seluruh kabupaten di Indonesia dipimpin oleh 32 BUMN.

Ketiga, Pengembangan UMKM di tengah Pandemi Covid-19. Dengan program PaDi (Pasar Digital) BUMN, berdasarkan analisa procurement di top 30 BUMN, asset yang dimiliki sebesar Rp 8.366 Triliun, dengan porsi pengadaan sebesar Rp 18.52 T di lebih dari 72.000 penyediaan barang dan jasa yang dikelompokkan menjadi 8 kelompok kegiatan, di antaranya : Meterial Konstruksi; Jasa Konstruksi dan Renovasi;  Jasa Ekspedisi dan Pengepakan; Jasa Sewa Peralatan Mesin; Sewa Peralatan dan Perawatan Mesin; Jasa Advertising; Jasa Catering dan Snack; serta Jasa Persewaan Furnitur.

“Karena kita tahu yang paling terdampak di sektor ekonomi akibat Pandemi Covid-19 adalah sektor UMKM,” imbuhnya.

Keempat, New Normal Task Force, sistem Covid-19 safe management of information and certification (COSMIC) berbasis digital. Penyediaan layanan penilaian covidsafe terhadap fasilitas public place yang dimiliki perusahaan dengan opportunity optimasi ecosystem-based business.

Sebagai informasi, aplikasi COSMIC ini diluncurkan pada 4 September 2020, dan untuk digunakan sebanyak 108 BUMN untuk melakukan donasi.

Kelima, Vaksin dari BUMN. Kementerian BUMN terus melakukan percepatan pengadaan vaksin Covid-19, pasalnya PT Biofarma menyatakan mampu memproduksi 350 juta dosis pada tahun 2021.

Indonesia juga berhasil menyiapkan alat kesehatan dan obat-obatan di tengah langkanya pasokan di seluruh dunia. Terbaru,  Menteri BUMN, Erick Thohir, mencarter pesawat Garuda Indonesia untuk mengangkut bahan baku obat Covid-19 dari India.

“Kami siapkan pesawat Garuda sebagai kargo untuk terbang ke mancanegara bila dibutuhkan untuk mengangkut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *