Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Industri hulu migas kembali diuji. Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus berpacu dengan waktu menyelamatkan produksi migas nasional.
Dalam laporannya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Sabtu (20/12/2025), Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan adanya tantangan operasional di lapangan akibat kondisi cuaca ekstrem.
Gangguan pada jalur pipa penyalur gas dan minyak di Blok A Aceh memerlukan langkah mitigasi, termasuk penyesuaian operasi dan penutupan sementara sejumlah sumur yang terdampak genangan.
“Sejak terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh, dilakukan penyesuaian aliran gas, minyak, dan kondensat sebagai bagian dari upaya mitigasi operasional. Beberapa sumur ditutup sementara dan jalur pipa tengah ditangani agar operasi dapat kembali berjalan optimal,” jelas Djoko Siswanto.
Meski kondisi lapangan berat, tim di lokasi tidak tinggal diam. Djoko menegaskan bahwa proses perbaikan pipa yang bocor sedang dikebut dengan memotong dan menyambung pipa baru. Namun, menunggu pipa selesai berarti kehilangan momentum lifting.
Sebagai solusi taktis, SKK Migas bersama Medco E&P Malaka mengambil langkah darurat: mengangkut kondensat menggunakan jalur darat (trucking).
“Kami semua kerja cepat siang malam untuk kejar produksi dan lifting,” tegas Djoko.
Berdasarkan data lapangan per Sabtu pagi (20/12/2025) pukul 05.00 WIB, operasi pengalihan kondensat ini melibatkan koordinasi ketat antara SKK Migas, BPMA, Medco, Pertamina Hulu Rokan (PHR), dan Kilang Pertamina Internasional (KPI).
Berikut detail operasi penyelamatan produksi tersebut:
-
Armada Siaga: Sebanyak 9 unit truk dengan kapasitas penuh (total 900-1.000 barel) telah disiagakan di Central Processing Plant (CPP) Blok A, Aceh Timur.
-
Pergerakan Malam: Konvoi truk pengangkut kondensat telah diberangkatkan sejak Jumat malam (19/12/2025) pukul 23.00 WIB menuju fasilitas PEP Pangkalan Susu.
-
Lampu Hijau Komersial: KPI telah mengonfirmasi siap menerima blended crude dari Medco Blok A dan PEP Pangkalan Susu. Kesepakatan komersial pun telah diteken oleh BPMA, Medco, dan KPI.
Secara teknis, General Manager PHR Zona-1 menyatakan kesiapannya menerima pasokan tersebut sembari memfinalisasi prosedur pengiriman minyak (Oil Delivery Procedure/ODP).
Langkah taktis ini membuktikan soliditas para pemangku kepentingan energi nasional. Di tengah bencana, sinergi antara regulator dan pelaku usaha memastikan “urat nadi” energi tetap berdenyut.
“Semoga operasional berjalan dengan safe dan lancar,” tutup laporan tersebut.













