SKK Migas: Seluruh Minyak KKKS Dialihkan ke Kilang Domestik, Proyek Masela Dipercepat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kepala Djoko Siswanto melaporkan sejumlah perkembangan positif di sektor hulu minyak dan gas bumi, termasuk pengalihan seluruh minyak mentah bagian kontraktor ke kilang dalam negeri serta percepatan Proyek Abadi Masela.

Dalam laporan yang disampaikan pada Rabu (8/4/2026),diceritakan pada ruangenergi.com, disebutkan bahwa seluruh minyak mentah bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah dikonfirmasi untuk dijual ke kilang milik Pertamina.

Kebijakan ini mengacu pada Surat SKK Migas Nomor 0197/SKK/2026 tertanggal 17 Maret 2026, dengan prinsip “no gain no loss”

Djoko menyampaikan, seiring dengan kebijakan tersebut, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dapat menarik kembali rekomendasi ekspor minyak mentah yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri sekaligus meningkatkan utilisasi kilang nasional.

Selain itu, SKK Migas juga menerima laporan perkembangan Front End Engineering Design (FEED) Proyek Abadi Masela dari JGC Corporation sebagai konsultan.

Pemerintah menargetkan penyelesaian FEED paling lambat akhir tahun 2026, sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tahapan ini menjadi krusial sebelum proyek masuk ke fase investasi berikutnya.

SKK Migas menargetkan proses tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat dimulai pada Oktober 2026.

Adapun penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dalam ajang IPA Convex.

Kegiatan tahunan industri hulu migas tersebut direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia serta Menteri ESDM.

Pasokan LPG dari Australia

Dalam kesempatan yang sama, SKK Migas juga menerima tembusan surat dari Inpex Corporation yang menyatakan kesediaan untuk memasok LPG dari fasilitas produksinya di Australia ke Indonesia.

Tambahan pasokan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional, khususnya untuk kebutuhan LPG domestik.

Secara keseluruhan, sejumlah perkembangan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat pengelolaan sumber daya migas, baik melalui optimalisasi produksi dalam negeri maupun percepatan proyek strategis.