SKK Migas Sumbagsel Buktikan Kinerja: Produksi Minyak Naik Jadi 69 Ribu BOPD di Tengah Decline 20%

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Yogyakarta, Jawa Tengah, ruangenergi.com— SKK Migas Perwakilan  Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kembali mencatatkan performa membanggakan dalam upaya mendongkrak produksi minyak nasional.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, melaporkan bahwa sepanjang 2024 produksi minyak di Sumbagsel berada pada level sekitar 67 ribu barel per hari (bopd).

“Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi sekitar 69 ribu bopd, menandai tren positif di tengah tantangan decline alamiah yang mencapai sekitar 20%,” kata Yunianto dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com, Rabu (20/11/2025), di Yogyakarta.

Menahan Decline, Menggenjot Produksi

Yunianto menjelaskan bahwa tanpa adanya program kerja (do nothing scenario), produksi Sumbagsel berpotensi merosot hingga 54 ribu bopd pada 2025. Namun, berkat pelaksanaan pekerjaan di Work Program & Budget (WPnB) 2024 sesuai rencana, decline berhasil ditekan hingga sekitar 12%, sehingga produksi mampu dipertahankan pada kisaran 59 ribu bopd.

Hasil kerja keras itu mulai terlihat pada 2025. Produksi Sumbagsel kini mencapai sekitar 69 ribu bopd, atau naik sekitar 10 ribu bopd dibandingkan estimasi awal. “Pekerjaan WPnB 2024 memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi di 2025,” jelas Yunianto.

Di balik keberhasilan tersebut, kerja tim lapangan menjadi faktor kunci. Tim FORKOM yang dipimpin Mang Syafei menjalankan berbagai tugas strategis, antara lain: Menuntaskan perizinan, pembebasan lahan, dan dokumen legal lainnya dengan cepat dan tepat. Mengimplementasikan Program Pengembangan Masyarakat yang tepat guna, sehingga meredam potensi gejolak sosial dan memastikan operasi hulu migas berjalan aman. Mengawal pelaksanaan CSR agar memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar wilayah operasi. Menjalankan berbagai koordinasi demi kelancaran aktivitas industri migas di Sumbagsel.

Tim Operasional: Garda Terdepan Penguat Produksi

Di sisi operasional, tim yang dipimpin Mas Bambang Dwi menjadi motor penggerak peningkatan produksi. Mereka memastikan: Seluruh pekerjaan peningkatan produksi dilakukan dengan pengawasan ketat serta penyelesaian masalah secara win-win solution. Program seismik dengan tingkat perizinan kompleks tetap berjalan dengan baik — investasi penting untuk masa depan penemuan cadangan baru. Respons cepat terhadap berbagai isu operasional di lapangan, baik di fasilitas, sumur, maupun infrastruktur pendukung. Pengawasan kegiatan lifting onshore dan offshore berlangsung tertib dan terkoordinasi.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Sumbagsel terus berupaya mendukung target peningkatan produksi nasional sesuai Nawacita Presiden. Yunianto menambahkan bahwa Sumbagsel masih menyimpan potensi besar, termasuk dari sumur-sumur masyarakat yang saat ini belum seluruhnya dimaksimalkan.

“Alhamdulillah, dengan kerja kolaboratif dan sinergi semua pihak, Sumbagsel mampu meningkatkan produksi dan berkontribusi lebih besar untuk ketahanan energi nasional,” tutup Yunianto.