SMA Taruna Nusantara Gandeng ITPLN, Siapkan Calon Pemimpin Energi Masa Depan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Puluhan siswa lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang mulai melirik Institut Teknologi PLN (ITPLN) sebagai tujuan pendidikan tinggi. Bahkan, hingga saat ini tercatat 21 siswa SMA Taruna Nusantara telah mendaftar sebagai calon mahasiswa baru di ITPLN.

Hal itu diungkapkan Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng. saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ITPLN dan SMA Taruna Nusantara terkait Program Pengembangan Sumber Daya Bersama dan Pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru, Jum’at, 13 Maret 2026.

“Alhamdulillah sampai hari ini dari SMA Taruna Nusantara sudah ada 21 orang yang mendaftar ke ITPLN. Ini luar biasa dan masih panjang ke depan,” ujar Iwa di Kampus ITPLN, Jum’at, 13 Maret 2026.

Menurut Iwa, meningkatnya minat siswa SMA Taruna Nusantara menjadi sinyal positif bagi kebutuhan talenta energi masa depan. Ia berharap lulusan sekolah tersebut kelak menjadi pemimpin di sektor energi nasional, termasuk di PT PLN.

“Harapan saya dalam beberapa tahun ke depan, pemimpin-pemimpin PLN, khususnya pemimpin energi, juga datang dari SMA Taruna Nusantara,” ujarnya.

Iwa menilai momentum kerja sama ini penting untuk memperkuat sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Menurut dia, angka pendaftaran tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti kualitas pembinaan siswa di SMA Taruna Nusantara.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti kepercayaan dan kualitas pembinaan yang menghasilkan siswa disiplin, unggul, dan visioner,” ucapnya.

Melalui MoU tersebut, kedua institusi sepakat memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama itu juga membuka peluang sinergi antara dosen, guru, dan siswa.

Selain itu, kerja sama ini menjadi jembatan bagi siswa SMA Taruna Nusantara untuk mengikuti jalur prestasi penerimaan mahasiswa baru ITPLN yang terhubung dengan peluang ikatan kerja di PLN.

Iwa menjelaskan, setiap tahun PLN memberi amanah kepada ITPLN untuk menyiapkan 250 lulusan terbaik yang berpeluang bergabung dengan perusahaan listrik negara tersebut.

“Dari jumlah itu, 150 mahasiswa terbaik sudah langsung diikat kerja sejak awal masuk kuliah, setelah melalui tes PLN. Mereka kemudian dididik di ITPLN selama empat tahun,” ujar Iwa.

Mahasiswa yang mendapat ikatan kerja itu harus memenuhi sejumlah syarat ketat selama masa pendidikan, mulai dari menjaga kesehatan, mempertahankan indeks prestasi akademik, hingga menjaga sikap.

“Attitude sangat penting. Bahkan merokok pun tidak boleh. Kalau ketahuan merokok, langsung dicoret,” kata dia.

Selain program ikatan kerja, kata Iwa, masih ada kesempatan bagi mahasiswa terbaik lain untuk bersaing pada akhir masa studi agar lolos seleksi pegawai PLN.

“Sebanyak 100 lulusan terbaik lainnya dipilih di akhir masa kuliah untuk bergabung dengan PLN. Ini amanah yang diberikan kepada kami agar menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri transisi energi,” katanya.

Di luar PLN, ITPLN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai industri energi, termasuk Asosiasi Pembangkit Listrik Seluruh Indonesia, untuk memperluas peluang karier para lulusannya. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayor Jenderal TNI M. Imam Gogor Agnie Aditya, S.I.P., M.Han., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnua, visi ITPLN sejalan dengan misi SMA Taruna Nusantara yang ingin mencetak pemimpin masa depan.

“Kami memiliki visi menjadi sekolah asrama unggulan kelas dunia yang mencetak pemimpin berkarakter, berjiwa kemusantaraan, dan berdaya saing nasional maupun internasional,” kata Imam.

Ia meyakini para siswa SMA Taruna Nusantara memiliki bekal akademik dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan ITPLN, termasuk disiplin dan etika yang kuat.

“Penandatanganan hari ini bukan sekadar administrasi di atas kertas, tetapi komitmen nyata untuk berkolaborasi memajukan pendidikan,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama dalam MoU tersebut meliputi penjaringan mahasiswa baru, pemberian potongan biaya pendidikan bagi guru dan siswa yang memenuhi kriteria, kunjungan siswa ke laboratorium ITPLN, pelatihan guru, hingga promosi pendidikan.

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri jajaran pimpinan SMA Taruna Nusantara, antara lain Wakil Kepala Sekolah Administrasi Kolonel Laut (S) Herry Aditama, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Kolonel Pas Sigit Sasongko, Wakil Kepala Sekolah Pendidikan Bambang Edi Suparyanto, serta sejumlah pengajar dan pejabat sekolah lainnya. Dari pihak ITPLN, acara tersebut dihadiri seluruh pimpinan dan jajaran manajemen.