Stok BBM–LPG Aman Jelang Lebaran, Bahlil: “Insya Allah Clear, Pak Presiden”

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com- Pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.

Dalam laporan kepada Presiden, Bahlil menegaskan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada di atas ambang batas minimum yang dipersyaratkan pemerintah. Kondisi ini dinilai cukup untuk menopang lonjakan konsumsi energi selama periode mudik dan libur Lebaran.

“Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak,” kata Bahlil, dikutip dari website ESDM.

Menurut laporan Kementerian ESDM, cadangan sejumlah jenis BBM menunjukkan kondisi yang cukup kuat.

Untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90, stok mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, cadangan RON 92 tercatat sekitar 28 hari, dan RON 98 mencapai 31 hari.

Pada kelompok BBM diesel, solar subsidi memiliki cadangan sekitar 16,41 hari, sementara solar CN 53 mencapai 46 hari. Adapun avtur untuk kebutuhan penerbangan tercatat memiliki ketahanan stok sekitar 38 hari.

Angka-angka ini menjadi indikator penting untuk memastikan distribusi energi tetap lancar ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam selama periode mudik Lebaran.

Pemerintah Minta Masyarakat Tak Khawatir

Secara terpisah, Wakil Menteri ESDM Yuliot juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama masa Lebaran.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar pasokan energi tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia.

“Ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG lebih dari cukup. Secara ekosistem, untuk ketersediaan BBM itu sekitar 30 hari. Dibandingkan kesiapan tahun lalu, ini juga jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tidak perlu meragukan ketersediaan bahan bakar di sepanjang jalur transportasi.

Kesiapan stok energi nasional juga ditopang oleh produksi minyak dalam negeri yang saat ini berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Selain itu, pemerintah juga menambah pasokan melalui impor minyak mentah dan BBM untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Di sisi hilir, sejumlah kilang utama di Indonesia dipastikan siap beroperasi optimal guna menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.

Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain Kilang Balikpapan melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), serta kilang di Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju yang dipastikan berada dalam kondisi siap produksi maksimal.

Dengan kombinasi produksi domestik, tambahan impor, serta kesiapan kilang nasional, pemerintah optimistis distribusi energi selama periode Lebaran 2026 akan tetap terkendali.

“Seluruhnya diupayakan dalam kondisi siap berproduksi secara maksimal,” kata Yuliot.