Strategi Cerdas SKK Migas: Gas Natuna Dimaksimalkan, Sumatra Aman, Singapura Tetap Tenang

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Sebuah terobosan baru dalam pengelolaan energi nasional lahir di tengah kebersamaan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengumumkan bahwa mekanisme pertukaran aliran gas (swab) antara Natuna dan Sumatra dimaksimalkan produksinya dengan tambahan sekitar 27 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sebagai gantinya, aliran gas dari Sumatra ke Singapura dikurangi dengan jumlah yang sama.

“Benefitnya ada tiga. Pertama, Sumatra hingga Batam dapat tambahan pasokan gas, sehingga kekurangan bisa dipenuhi. Kedua, total pasokan ke Singapura tetap sama, tidak berkurang. Ketiga, lifting meningkat dan otomatis penerimaan negara juga naik,” ujar Djoko dengan semangat.

Inspirasi SWAB gas ini muncul dari sebuah momen sederhana. Pada Maret lalu, Djoko bercerita, saat buka puasa bersama alumni Teknik Minyak ITB di Energy Building, Jakarta, Djoko sempat diajak meninjau ruang kontrol operasi Medco di Natuna. Dari obrolan ringan selepas salat Magrib, tercetuslah ide brilian.

“Saya tanya, masih bisa maksimal berapa MMSCFD gas diserap. Dijawab, sekitar 30 MMSCFD. Alhamdulillah, dari situ muncul inspirasi SWAB ini. Lalu pada acara IPA kemarin, kesepakatan diteken. Dan pagi ini, gasnya resmi mengalir,” kenang Djoko.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih teman-teman SKK Migas, Medco, dan pembeli gas di Singapura, Sembgas serta GSPL, yang memahami kondisi kebutuhan gas dalam negeri. Bersama kita bisa! 💪🙏,” tegasnya.

Dengan strategi ini, Indonesia berhasil menjaga komitmen ekspor sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.